Detail Katalog

ID: 31865
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

IMPLEMENTASI PROGRAM DESA BERSIH NARKOBA (DESA BERSINAR) DI KELURAHAN HAMADI KECAMATAN JAYAPURA SELATAN KOTA JAYAPURA PROVINSI PAPUA / Asriana Sri Lestari

Pengarang:
Asriana Sri Lestari ; Rusli Razak
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Permasalahan Narkotik
Deskripsi Fisik:
17 : ilus
Nomor Panggil:
362.293 598 817 4 ASR i
Control Number:
INLIS000000001195084
BIB ID:
0010-0426000229
Catatan
Penyebaran narkoba yang telah mencapai wilayah pelosok maupun pedesaan sangat berbahaya dan berpotensi menambah jumlah pecandu narkoba. Kota Jayapura merupakan salah satu jalur masuknya narkoba lewat laut, dan Kelurahan Hamadi di Kota Jayapura sebagai daerah pesisir termasuk wilayah yang rawan narkoba. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Badan Narkotika Nasional membuat program yang disebut Program Desa Bersih Narkoba (Desa BERSINAR). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis implementasi Program Desa BERSINAR di Kelurahan Hamadi Kecamatan Jayapura Selatan Kota Jayapura Provinsi Papua, beserta faktor pendukung dan penghambat terlaksananya program, serta upaya yang dilakukan pihak pelaksana dalam mengatasi berbagai hambatan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta teknik purposive sampling dengan tujuh orang informan untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai implementasi program tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai kegiatan positif dan pelatihan life skill diikuti serta dilaksanakan dengan baik oleh pelaksana maupun masyarakat, dan telah dibentuk agen penanggulangan narkoba yaitu Relawan Anti Narkoba yang berkoordinasi dengan BNN. Kesimpulannya, implementasi program ini dikatakan telah berjalan cukup baik meskipun masih terdapat kekurangan pada dimensi sumber daya. Faktor pendukungnya meliputi dukungan dari berbagai pihak, komitmen pelaksana, serta partisipasi masyarakat, sedangkan faktor penghambatnya adalah anggaran yang terbatas dan Relawan Anti Narkoba yang belum memadai. Oleh karena itu, pihak pelaksana mengadakan berbagai upaya untuk mengatasi hambatan tersebut, seperti bersinergi dengan BNN dan OPD lain serta mengadakan sosialisasi.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06787/IPDN/2023 362.293 598 817 4 ASR i Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001195084 1
005 _ _ 20260409114855 2
035 # # $a 0010-0426000229 3
245 1 # $a IMPLEMENTASI PROGRAM DESA BERSIH NARKOBA (DESA BERSINAR) DI KELURAHAN HAMADI KECAMATAN JAYAPURA SELATAN KOTA JAYAPURA PROVINSI PAPUA /$c Asriana Sri Lestari 4
100 _ # $a Asriana Sri Lestari 5
300 # # $a 17 : $b ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13256 7
700 _ # $a Rusli Razak 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 9
082 # # $a 362.293 598 817 4 10
084 # # $a 362.293 598 817 4 ASR i 11
650 # 4 $a Permasalahan Narkotik 12
520 # # $a Penyebaran narkoba yang telah mencapai wilayah pelosok maupun pedesaan sangat berbahaya dan berpotensi menambah jumlah pecandu narkoba. Kota Jayapura merupakan salah satu jalur masuknya narkoba lewat laut, dan Kelurahan Hamadi di Kota Jayapura sebagai daerah pesisir termasuk wilayah yang rawan narkoba. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Badan Narkotika Nasional membuat program yang disebut Program Desa Bersih Narkoba (Desa BERSINAR). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis implementasi Program Desa BERSINAR di Kelurahan Hamadi Kecamatan Jayapura Selatan Kota Jayapura Provinsi Papua, beserta faktor pendukung dan penghambat terlaksananya program, serta upaya yang dilakukan pihak pelaksana dalam mengatasi berbagai hambatan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta teknik purposive sampling dengan tujuh orang informan untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai implementasi program tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai kegiatan positif dan pelatihan life skill diikuti serta dilaksanakan dengan baik oleh pelaksana maupun masyarakat, dan telah dibentuk agen penanggulangan narkoba yaitu Relawan Anti Narkoba yang berkoordinasi dengan BNN. Kesimpulannya, implementasi program ini dikatakan telah berjalan cukup baik meskipun masih terdapat kekurangan pada dimensi sumber daya. Faktor pendukungnya meliputi dukungan dari berbagai pihak, komitmen pelaksana, serta partisipasi masyarakat, sedangkan faktor penghambatnya adalah anggaran yang terbatas dan Relawan Anti Narkoba yang belum memadai. Oleh karena itu, pihak pelaksana mengadakan berbagai upaya untuk mengatasi hambatan tersebut, seperti bersinergi dengan BNN dan OPD lain serta mengadakan sosialisasi. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name