Detail Katalog

ID: 31951
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PENGRAJIN BATIK OLEH DISPERINDAG KOTA JAMBI PROVINSI JAMBI / Muhammad Ega Cahyana

Pengarang:
Muhammad Ega Cahyana ; Suaib Ibrahim
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Pemberdayaan Masyarakat
Deskripsi Fisik:
19
Nomor Panggil:
307.159 815 41 MUH p
Control Number:
INLIS000000001195170
BIB ID:
0010-0426000315
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kota Jambi sebagai salah satu sentra produksi batik menjadi produk unggulan di daerahnya. Namun, pada faktanya ialah produksi batik di Kota Jambi belum sesuai yang diharapkan. Hal ini disebabkan oleh masyarakat pengrajin kota jambi mengalami kekurangan potensi dalam mengasah keterampilan membatik dan minimnya kesadaran akan pentingnya daya saing hasil produksi serta pelaksanaan produksi yang belum optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pemberdayaan masyarakat pengrajin batik Kota Jambi. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, deskriptif dan induktif. Hasil Temuan: Dari hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa pelaksanaan pemberdayaan masyarakat pengrajin batik Jambi sudah berjalan dengan baik tetapi belum maksimal. Dimulai dari adanya beberapa faktor hambatan yaitu belum meratanya bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Jambi, minimnya Sumber Daya Manusia yang memadai, bahan baku yang sulit didapat, hingga belum ada payung hukum terkait perizinan oleh Asbaja. Sedangkan faktor pendukungnya ialah peran pemerintah dan Asbaja yang aktif memberdayakan pengrajin batik, lokasi pemasaran yang strategis, serta adanya himbauan Walikota Jambi yang mewajibkan ASN Kota Jambi untuk mengenakan seragam batik. Kesimpulan: Pemberdayaan pengrajin batik di Kota Jambi dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu meningkatkan pelaksanaan pemberdayaan pengrajin batik Jambi dari segi pemenuhan bahan baku, pemasaran, hingga bantuan dana, meningkatkan kualitas bahan baku dan kreatifitas pembuatan motif batik sesuai perkembangan masa kini dan gencar melakukan promosi, memperbaiki manajemen produksi menjadi berkelompok melalui kerjasama dengan lembaga non pemerintah, serta rutin melakukan koordinasi antara Asbaja dengan lembaga pemerintah terkait perizinan melakukan kegiatan pemberdayaan.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06870/IPDN/2023 307.159 815 41 MUH p Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001195170 1
005 _ _ 20260413083742 2
035 # # $a 0010-0426000315 3
245 1 # $a PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PENGRAJIN BATIK OLEH DISPERINDAG KOTA JAMBI PROVINSI JAMBI /$c Muhammad Ega Cahyana 4
100 _ # $a Muhammad Ega Cahyana 5
300 # # $a 19 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14936 7
700 _ # $a Suaib Ibrahim 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 9
082 # # $a 307.159 815 41 10
084 # # $a 307.159 815 41 MUH p 11
650 # 4 $a Pemberdayaan Masyarakat 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kota Jambi sebagai salah satu sentra produksi batik menjadi produk unggulan di daerahnya. Namun, pada faktanya ialah produksi batik di Kota Jambi belum sesuai yang diharapkan. Hal ini disebabkan oleh masyarakat pengrajin kota jambi mengalami kekurangan potensi dalam mengasah keterampilan membatik dan minimnya kesadaran akan pentingnya daya saing hasil produksi serta pelaksanaan produksi yang belum optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pemberdayaan masyarakat pengrajin batik Kota Jambi. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, deskriptif dan induktif. Hasil Temuan: Dari hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa pelaksanaan pemberdayaan masyarakat pengrajin batik Jambi sudah berjalan dengan baik tetapi belum maksimal. Dimulai dari adanya beberapa faktor hambatan yaitu belum meratanya bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Jambi, minimnya Sumber Daya Manusia yang memadai, bahan baku yang sulit didapat, hingga belum ada payung hukum terkait perizinan oleh Asbaja. Sedangkan faktor pendukungnya ialah peran pemerintah dan Asbaja yang aktif memberdayakan pengrajin batik, lokasi pemasaran yang strategis, serta adanya himbauan Walikota Jambi yang mewajibkan ASN Kota Jambi untuk mengenakan seragam batik. Kesimpulan: Pemberdayaan pengrajin batik di Kota Jambi dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu meningkatkan pelaksanaan pemberdayaan pengrajin batik Jambi dari segi pemenuhan bahan baku, pemasaran, hingga bantuan dana, meningkatkan kualitas bahan baku dan kreatifitas pembuatan motif batik sesuai perkembangan masa kini dan gencar melakukan promosi, memperbaiki manajemen produksi menjadi berkelompok melalui kerjasama dengan lembaga non pemerintah, serta rutin melakukan koordinasi antara Asbaja dengan lembaga pemerintah terkait perizinan melakukan kegiatan pemberdayaan. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name