Detail Katalog

ID: 31971
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

PARTISIPASI ETNIS TIONGHOA DI KELURAHAN KRANGGAN DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2020 / Vega Aprinda Lolita

Pengarang:
Vega Aprinda Lolita ; Nurliah Nurdin
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Pemilihan Kepala daerah
Deskripsi Fisik:
11 : ilus
Nomor Panggil:
324.959 826 52 VEG p
Control Number:
INLIS000000001195190
BIB ID:
0010-0426000335
Catatan
Permasalahan/LatarBelakang(GAP): Etnis Tionghoa yang berada di Kelurahan Kranggan lebih memilih untuk berdagang saat hari h pemungutan suara, ada juga yang memilih untuk mengikuti pemilu dulu baru kemudian membuka tokonya Kembali Dari 5 RW yang tersebar di Kelurahan Kranggan hanya 1 RW saja yang berpenduduk pribumi, sedangkan 4 RW lainnya mayoritas berisi warga Etnis Tionghoa, hal ini yang membuat adanya perbedaan tingkat partisipasi di tiap RW yang berada di Kelurahan Kranggan Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui tingkat partisipasi Etnis Tionghoa di Kelurahan Kranggan dalam Pemilihan Kepala Daerah, faktor penghambat dalam peningkatan partisipasi Etnis Tionghoa, upaya mengatasi hambatan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan me tode kualitatif dengan pedekatan induktif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi, serta tidak menggunakan metode observasi dikarenakan penelitian yang dilakukan sudah terlewat yaitu di Tahun 2020. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu 1. Kesadaran masyarakat Tionghoa masih kurang yaitu enggan menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Kepala daerah karena tidak adanya ketertarikan dengan kegiatan politik 2) masyarakat Tionghoa banyak yang tidak perduli dengan kegiatan pemilihan dan lebih mengutamakan dirinya untuk bekerja, tetapi saat pemilihan calon anggota DPRD angka partisipasi politik meningkat karena adanya calon tersebut yang maju yang berasal dari kalangan etnis Tionghoa 3) , jumlah warga Tionghoa yang hadir dalam sosialisasi dan mengikuti tahapan kampanye sangat terbatas Kesimpulan: partisipasi Etnis Tionghoa di Kelurahan Kranggan tidak akan berjalan dengan baik apabila sosialisasi dari KPU tidak merata, sehingga factor-faktor penghambat lainnya tidak akan teratasi apabila permasalahan mengenai tingkat partisipasi tidak berjalan dengan baik
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06890/IPDN/2023 324.959 826 52 VEG p Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001195190 1
005 _ _ 20260413091521 2
035 # # $a 0010-0426000335 3
245 1 # $a PARTISIPASI ETNIS TIONGHOA DI KELURAHAN KRANGGAN DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2020 /$c Vega Aprinda Lolita 4
100 _ # $a Vega Aprinda Lolita 5
300 # # $a 11 : $b ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15253 7
700 _ # $a Nurliah Nurdin 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 9
082 # # $a 324.959 826 52 10
084 # # $a 324.959 826 52 VEG p 11
650 # 4 $a Pemilihan Kepala daerah 12
520 # # $a Permasalahan/LatarBelakang(GAP): Etnis Tionghoa yang berada di Kelurahan Kranggan lebih memilih untuk berdagang saat hari h pemungutan suara, ada juga yang memilih untuk mengikuti pemilu dulu baru kemudian membuka tokonya Kembali Dari 5 RW yang tersebar di Kelurahan Kranggan hanya 1 RW saja yang berpenduduk pribumi, sedangkan 4 RW lainnya mayoritas berisi warga Etnis Tionghoa, hal ini yang membuat adanya perbedaan tingkat partisipasi di tiap RW yang berada di Kelurahan Kranggan Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui tingkat partisipasi Etnis Tionghoa di Kelurahan Kranggan dalam Pemilihan Kepala Daerah, faktor penghambat dalam peningkatan partisipasi Etnis Tionghoa, upaya mengatasi hambatan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan me tode kualitatif dengan pedekatan induktif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi, serta tidak menggunakan metode observasi dikarenakan penelitian yang dilakukan sudah terlewat yaitu di Tahun 2020. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu 1. Kesadaran masyarakat Tionghoa masih kurang yaitu enggan menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Kepala daerah karena tidak adanya ketertarikan dengan kegiatan politik 2) masyarakat Tionghoa banyak yang tidak perduli dengan kegiatan pemilihan dan lebih mengutamakan dirinya untuk bekerja, tetapi saat pemilihan calon anggota DPRD angka partisipasi politik meningkat karena adanya calon tersebut yang maju yang berasal dari kalangan etnis Tionghoa 3) , jumlah warga Tionghoa yang hadir dalam sosialisasi dan mengikuti tahapan kampanye sangat terbatas Kesimpulan: partisipasi Etnis Tionghoa di Kelurahan Kranggan tidak akan berjalan dengan baik apabila sosialisasi dari KPU tidak merata, sehingga factor-faktor penghambat lainnya tidak akan teratasi apabila permasalahan mengenai tingkat partisipasi tidak berjalan dengan baik 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name