Detail Katalog

ID: 32142
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

NALISIS RASIO KEUANGAN DALAM MENILAI KINERJA KEUANGAN : STUDI PADA PEMERINTAH KOTA TEBING TINGGI PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2017-2021 / Hari Prananda Aditya

Pengarang:
Hari Prananda Aditya ; Jatnika Dwi Asri
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Administrasi Keuangan Pemerintah Daerah
Deskripsi Fisik:
12 : ilus
Nomor Panggil:
352.485 981 234 HAR n
Control Number:
INLIS000000001195361
BIB ID:
0010-0426000506
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pelaksanaan desentralisasi fiskal di Kota Tebing Tinggi masih belum dilakukan secara optimal sehingga diperlukan analisis rasio keuangan untuk menilai kinerja keuangan daerah Kota Tebing Tinggi serta menganalisis faktor penghambat dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan. Tujuan: Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hasil Analisis Rasio Keuangan dalam Menilai Kinerja Keuangan (Studi pada Pemerintah Kota Tebing Tinggi Provinsi Sumatera Utara Tahun 2017- 2021). Metode: Penelitian ini menggunakan teori Mahmudi untuk menilai kinerja keuangan daerah dengan menggunakan empat rasio, yaitu Rasio Efektivitas Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah, Rasio Kemandirian Keuangan Daerah, Rasio Derajat Desentralisasi dan Rasio Ketergantungan Keuangan Daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan melakukan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitan menunjukkan bahwa kinerja keuangan Kota Tebing Tinggi masih rendah berdasarkan hasil perhitungan Rasio Efektivitas Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah sebesar 88,36% (kurang efektif), Rasio Kemandirian Keuangan Daerah sebesar 17,12% (sangat rendah), Rasio Derajat Desentralisasi Fiskal sebesar 14,46% (kurang), dan Rasio Ketergantungan Keuangan Daerah sebesar 84% (sangat tinggi). Kesimpulan: Penilaian kinerja keuangan Kota Tebing Tinggi yang rendah dipengaruhi oleh beberapa hambatan yakni kurangnya sumber daya manusia yang berkompeten, minimnya kesadaran masyarakat dalam membayar pungutan serta sarana dan prasarana yang belum memadai. Upaya yang dilakukan oleh Kota Tebing Tinggi adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, penerapan sistem pelayanan yang berbasis digital serta meningkatkan sarana dan prasarana penunjang pelayanan.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07049/IPDN/2023 352.485 981 234 HAR n Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001195361 1
005 _ _ 20260414095438 2
035 # # $a 0010-0426000506 3
245 1 # $a NALISIS RASIO KEUANGAN DALAM MENILAI KINERJA KEUANGAN : $b STUDI PADA PEMERINTAH KOTA TEBING TINGGI PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2017-2021 /$c Hari Prananda Aditya 4
100 _ # $a Hari Prananda Aditya 5
300 # # $a 12 : $b ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14405 7
700 _ # $a Jatnika Dwi Asri 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 9
082 # # $a 352.485 981 234 10
084 # # $a 352.485 981 234 HAR n 11
650 # 4 $a Administrasi Keuangan Pemerintah Daerah 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pelaksanaan desentralisasi fiskal di Kota Tebing Tinggi masih belum dilakukan secara optimal sehingga diperlukan analisis rasio keuangan untuk menilai kinerja keuangan daerah Kota Tebing Tinggi serta menganalisis faktor penghambat dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan. Tujuan: Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hasil Analisis Rasio Keuangan dalam Menilai Kinerja Keuangan (Studi pada Pemerintah Kota Tebing Tinggi Provinsi Sumatera Utara Tahun 2017- 2021). Metode: Penelitian ini menggunakan teori Mahmudi untuk menilai kinerja keuangan daerah dengan menggunakan empat rasio, yaitu Rasio Efektivitas Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah, Rasio Kemandirian Keuangan Daerah, Rasio Derajat Desentralisasi dan Rasio Ketergantungan Keuangan Daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan melakukan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitan menunjukkan bahwa kinerja keuangan Kota Tebing Tinggi masih rendah berdasarkan hasil perhitungan Rasio Efektivitas Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah sebesar 88,36% (kurang efektif), Rasio Kemandirian Keuangan Daerah sebesar 17,12% (sangat rendah), Rasio Derajat Desentralisasi Fiskal sebesar 14,46% (kurang), dan Rasio Ketergantungan Keuangan Daerah sebesar 84% (sangat tinggi). Kesimpulan: Penilaian kinerja keuangan Kota Tebing Tinggi yang rendah dipengaruhi oleh beberapa hambatan yakni kurangnya sumber daya manusia yang berkompeten, minimnya kesadaran masyarakat dalam membayar pungutan serta sarana dan prasarana yang belum memadai. Upaya yang dilakukan oleh Kota Tebing Tinggi adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, penerapan sistem pelayanan yang berbasis digital serta meningkatkan sarana dan prasarana penunjang pelayanan. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name