Detail Katalog

ID: 32218
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

PERAN KETERWAKILAN ANGGOTA DPRD PARTAI GOLONGAN KARYA PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024 DI KOTA BALIKPAPAN / Megawati Putri Maharani

Pengarang:
Megawati Putri Maharani ; Gasper Liauw
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Proses politik dan pemilu
Deskripsi Fisik:
18 : ilus
Nomor Panggil:
324.659 838 11 MEG p
Control Number:
INLIS000000001195437
BIB ID:
0010-0426000582
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Terjadi peningkatan perolehan kursi Partai Golkar dari 11 kursi pada tahun 2019 menjadi 16 kursi pada tahun 2024. Meskipun berhasil menjadi partai dengan perolehan kursi terbanyak di Kota Balikpapan, hasil tersebut masih belum memenuhi target internal partai yaitu 18 kursi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran keterwakilan anggota DPRD Partai Golongan Karya dalam Pemilihan Umum Tahun 2024 di Kota Balikpapan, serta faktor yang menjadi peluang dan hambatan keterpilihan anggota partai tersebut dalam mencapai target kursi legislatif. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, serta studi dokumentasi. Analisis penelitian ini menggunakan teori keterwakilan dari Hanna F. Pitkin dengan empat dimensi utama: wakil, yang diwakili, substansi perwakilan, dan konteks politik. Teori ini dilengkapi dengan teori peran dari Biddle & Thomas untuk menganalisis ekspektasi, norma, performa, dan evaluasi sosial terhadap anggota legislatif. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi keterwakilan pada aspek “wakil” dan “yang diwakili” telah dijalankan cukup efektif melalui kegiatan reses dan dialog konstituen. Namun pada dimensi “substansi perwakilan”, keterlibatan terhadap kelompok adat dan pemuda masih terbatas. Sementara dalam “konteks politik”, sistem pemilu proporsional terbuka dan dinamika internal partai menjadi hambatan dalam pencapaian target. Kesimpulan: Keterwakilan yang efektif tidak hanya membutuhkan kehadiran formal dalam parlemen, tetapi juga adaptasi terhadap dinamika sosial-politik lokal yang terus berkembang.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07484/IPDN/2025 324.659 838 11 MEG p Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001195437 1
005 _ _ 20260415090523 2
035 # # $a 0010-0426000582 3
245 1 # $a PERAN KETERWAKILAN ANGGOTA DPRD PARTAI GOLONGAN KARYA PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024 DI KOTA BALIKPAPAN /$c Megawati Putri Maharani 4
100 _ # $a Megawati Putri Maharani 5
300 # # $a 18 : $b ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21125 7
700 _ # $a Gasper Liauw 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 324.659 838 11 10
084 # # $a 324.659 838 11 MEG p 11
650 # 4 $a Proses politik dan pemilu 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Terjadi peningkatan perolehan kursi Partai Golkar dari 11 kursi pada tahun 2019 menjadi 16 kursi pada tahun 2024. Meskipun berhasil menjadi partai dengan perolehan kursi terbanyak di Kota Balikpapan, hasil tersebut masih belum memenuhi target internal partai yaitu 18 kursi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran keterwakilan anggota DPRD Partai Golongan Karya dalam Pemilihan Umum Tahun 2024 di Kota Balikpapan, serta faktor yang menjadi peluang dan hambatan keterpilihan anggota partai tersebut dalam mencapai target kursi legislatif. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, serta studi dokumentasi. Analisis penelitian ini menggunakan teori keterwakilan dari Hanna F. Pitkin dengan empat dimensi utama: wakil, yang diwakili, substansi perwakilan, dan konteks politik. Teori ini dilengkapi dengan teori peran dari Biddle & Thomas untuk menganalisis ekspektasi, norma, performa, dan evaluasi sosial terhadap anggota legislatif. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi keterwakilan pada aspek “wakil” dan “yang diwakili” telah dijalankan cukup efektif melalui kegiatan reses dan dialog konstituen. Namun pada dimensi “substansi perwakilan”, keterlibatan terhadap kelompok adat dan pemuda masih terbatas. Sementara dalam “konteks politik”, sistem pemilu proporsional terbuka dan dinamika internal partai menjadi hambatan dalam pencapaian target. Kesimpulan: Keterwakilan yang efektif tidak hanya membutuhkan kehadiran formal dalam parlemen, tetapi juga adaptasi terhadap dinamika sosial-politik lokal yang terus berkembang. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name