Detail Katalog

ID: 32280
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

ENTERPRISE ARCHITECTURE (EA) DALAM PENGELOLAAN INFORMASI PEMERINTAHAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR / Ada Anjanette Banunaek

Pengarang:
Ada Anjanette Banunaek ; Uluputty, Irfan
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Administrasi Pemerintahan Daerah
Deskripsi Fisik:
17 : ilus
Nomor Panggil:
352.140 959 868 ADA e
Control Number:
INLIS000000001195499
BIB ID:
0010-0426000644
Catatan
tentusaja memiliki kelebihan dan kekurangan, salah satu kekurangan yaitu dalam proses pengelolaan dan penyampaian informasi terhadap masyarakat. Tantangan dalam pengelolaan dan penyampaian informasi yang dihadapi saat ini yaitu fenomena post-truth yang terjadi dalam masyarakat dalam hal ini berkaitan dengan penyebaran berita hoaks sehingga banyak informasi yang masih dipertanyakan kebenarannya. Pemerintah dituntut untuk melaksanakan perannya dalam menaggulangi permasalahan tersebut khususnya dalam bidang pengelolaan informasi pemerintahan. Tujuan: Tujuan dari peneliti adalah berfokus kepada penerapang enterprise architecture dalam pengelolaan informasi pemerintahan sehingga dapat mencegah penyebaran hoaks di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode: Metode yang digunakan adalah kualitatif yang bersifat deskriptif dengan melakukan pendekatan induktif dan teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, dokumentasi, serta observasi. Adapun langkah-langkah analisa data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta verifikasi/penarikan kesimpulan. Penelitian menggunakan teori Enterprise Architecture dengan menggunakan Zachman Framework yang mempunyai dimensi: Metode Kerja Humas Pemerintahan (How), Tujuan Organuasai Kehumasan (Why), Pelaksanaan Program Kerja Humas Pemerintahan (When), Evaluasi Kinerja Humas Pemerintahan (What), Pengorganisasian Humas Pemerintahan (Who), Ruang Lingkup Pelaksanaan Tugas Kehumasan (Where). Hasil/Temuan: Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pengelolaan informasi pemerintahan sudah berjalan dengan baik dari segi mekanisme kerja, pencapaian target kerja dan prestasi yang didapat,hasil evaluasi kinerja, pengorganisasian tim, dan pembagian kerja tim walaupun terdapat beberapa faktor penghambat dalam pengelolaan tersebut. Kurangnya anggaran untuk pelaksanaan program kerja terkait kehumasan, belum adanya SOP terkait pelayanan informasi, kurangnya sarana prasarana penunjang kegiatan kehumasan dan masih kurangnya SDM yang memiliki latar belakan IT dalam tim Humas merupakan faktor yang asih harus diperbaiki. Kesimpulan : Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan informasi pemerintahan menggunakan metode enterprise architecture di Provinsi NTT teah berjalan dengan baik namun belum maksimal dikarenakan terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaanya.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07159/IPDN/2023 352.140 959 868 ADA e Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001195499 1
005 _ _ 20260417081324 2
035 # # $a 0010-0426000644 3
245 1 # $a ENTERPRISE ARCHITECTURE (EA) DALAM PENGELOLAAN INFORMASI PEMERINTAHAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR /$c Ada Anjanette Banunaek 4
100 _ # $a Ada Anjanette Banunaek 5
300 # # $a 17 : $b ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14675 7
700 _ # $a Uluputty, Irfan 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 9
082 # # $a 352.140 959 868 10
084 # # $a 352.140 959 868 ADA e 11
650 # 4 $a Administrasi Pemerintahan Daerah 12
520 # # $a tentusaja memiliki kelebihan dan kekurangan, salah satu kekurangan yaitu dalam proses pengelolaan dan penyampaian informasi terhadap masyarakat. Tantangan dalam pengelolaan dan penyampaian informasi yang dihadapi saat ini yaitu fenomena post-truth yang terjadi dalam masyarakat dalam hal ini berkaitan dengan penyebaran berita hoaks sehingga banyak informasi yang masih dipertanyakan kebenarannya. Pemerintah dituntut untuk melaksanakan perannya dalam menaggulangi permasalahan tersebut khususnya dalam bidang pengelolaan informasi pemerintahan. Tujuan: Tujuan dari peneliti adalah berfokus kepada penerapang enterprise architecture dalam pengelolaan informasi pemerintahan sehingga dapat mencegah penyebaran hoaks di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode: Metode yang digunakan adalah kualitatif yang bersifat deskriptif dengan melakukan pendekatan induktif dan teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, dokumentasi, serta observasi. Adapun langkah-langkah analisa data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta verifikasi/penarikan kesimpulan. Penelitian menggunakan teori Enterprise Architecture dengan menggunakan Zachman Framework yang mempunyai dimensi: Metode Kerja Humas Pemerintahan (How), Tujuan Organuasai Kehumasan (Why), Pelaksanaan Program Kerja Humas Pemerintahan (When), Evaluasi Kinerja Humas Pemerintahan (What), Pengorganisasian Humas Pemerintahan (Who), Ruang Lingkup Pelaksanaan Tugas Kehumasan (Where). Hasil/Temuan: Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pengelolaan informasi pemerintahan sudah berjalan dengan baik dari segi mekanisme kerja, pencapaian target kerja dan prestasi yang didapat,hasil evaluasi kinerja, pengorganisasian tim, dan pembagian kerja tim walaupun terdapat beberapa faktor penghambat dalam pengelolaan tersebut. Kurangnya anggaran untuk pelaksanaan program kerja terkait kehumasan, belum adanya SOP terkait pelayanan informasi, kurangnya sarana prasarana penunjang kegiatan kehumasan dan masih kurangnya SDM yang memiliki latar belakan IT dalam tim Humas merupakan faktor yang asih harus diperbaiki. Kesimpulan : Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan informasi pemerintahan menggunakan metode enterprise architecture di Provinsi NTT teah berjalan dengan baik namun belum maksimal dikarenakan terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaanya. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name