Detail Katalog
ID: 32286Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PERBAIKAN INFRASTRUKTUR JALAN DI KOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU / Dio Bella Yung
Pengarang:
Dio Bella Yung ; Afni Nooraini
Dio Bella Yung ; Afni Nooraini
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Transportasi jalan raya
Deskripsi Fisik:
14
14
Nomor Panggil:
388.159 814 3 DIO c
388.159 814 3 DIO c
Control Number:
INLIS000000001195505
INLIS000000001195505
BIB ID:
0010-0426000650
0010-0426000650
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah masih tingginya jumlah jalan rusak di Kota Pekanbaru dan perlunya kolaborasi antar pihak dalam proses perbaikannya. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan pelayanan infrastruktur jalan yang optimal dengan kemampuan dan efektivitas tindakan pemerintah daerah secara tunggal. Oleh karena itu, pendekatan collaborative governance menjadi relevan untuk dianalisis sebagai upaya menyelesaikan permasalahan publik yang kompleks secara bersama-sama. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis dinamika collaborative governance dalam perbaikan infrastruktur jalan di Kota Pekanbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap lima pihak terkait, observasi langsung di lapangan, serta dokumentasi pendukung. Peneliti menggunakan teori collaborative governance dari Emerson dan Nabatchi, yang menilai keberhasilan kolaborasi berdasarkan dinamika kolaboratif dan faktor pendorong (drivers) kolaborasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika kolaborasi dalam perbaikan jalan di Kota Pekanbaru berjalan cukup efektif. Hal ini tercermin dari pembentukan Tim Koordinasi, kesepahaman terhadap peran masing-masing pihak, serta tumbuhnya kepercayaan dan komitmen bersama antar aktor. Faktor-faktor yang mendorong keberhasilan kolaborasi mencakup kebutuhan bersama untuk bekerja sama, insentif konsekuensial, dukungan kepemimpinan yang kuat, serta tersedianya sumber daya yang memadai. Di sisi lain, terdapat beberapa kendala yang menghambat efektivitas kolaborasi, seperti kondisi lingkungan politik yang dinamis, keterbatasan informasi yang tidak merata, serta ketimpangan kekuatan dalam proses negosiasi antar aktor. Kesimpulan: Kesimpulannya, implementasi collaborative governance dalam perbaikan infrastruktur jalan di Kota Pekanbaru telah membawa dampak positif melalui koordinasi yang terstruktur dan kemitraan antarpihak. Namun demikian, masih diperlukan upaya optimalisasi berupa peningkatan keterbukaan informasi, perbaikan pola komunikasi, serta penyusunan sistem informasi terpadu yang memungkinkan pemantauan progres secara transparan. Selain itu, keterlibatan lembaga pengawasan independen juga penting guna menjaga keseimbangan peran dan tanggung jawab semua aktor dalam proses kolaboratif yang berkelanjutan.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
07502/IPDN/2025 |
388.159 814 3 DIO c |
Dapat dipinjam | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001195505 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260417082335 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0426000650 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PERBAIKAN INFRASTRUKTUR JALAN DI KOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU /$c Dio Bella Yung | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Dio Bella Yung | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 14 | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20964 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Afni Nooraini | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 388.159 814 3 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 388.159 814 3 DIO c | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Transportasi jalan raya | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah masih tingginya jumlah jalan rusak di Kota Pekanbaru dan perlunya kolaborasi antar pihak dalam proses perbaikannya. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan pelayanan infrastruktur jalan yang optimal dengan kemampuan dan efektivitas tindakan pemerintah daerah secara tunggal. Oleh karena itu, pendekatan collaborative governance menjadi relevan untuk dianalisis sebagai upaya menyelesaikan permasalahan publik yang kompleks secara bersama-sama. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis dinamika collaborative governance dalam perbaikan infrastruktur jalan di Kota Pekanbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap lima pihak terkait, observasi langsung di lapangan, serta dokumentasi pendukung. Peneliti menggunakan teori collaborative governance dari Emerson dan Nabatchi, yang menilai keberhasilan kolaborasi berdasarkan dinamika kolaboratif dan faktor pendorong (drivers) kolaborasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika kolaborasi dalam perbaikan jalan di Kota Pekanbaru berjalan cukup efektif. Hal ini tercermin dari pembentukan Tim Koordinasi, kesepahaman terhadap peran masing-masing pihak, serta tumbuhnya kepercayaan dan komitmen bersama antar aktor. Faktor-faktor yang mendorong keberhasilan kolaborasi mencakup kebutuhan bersama untuk bekerja sama, insentif konsekuensial, dukungan kepemimpinan yang kuat, serta tersedianya sumber daya yang memadai. Di sisi lain, terdapat beberapa kendala yang menghambat efektivitas kolaborasi, seperti kondisi lingkungan politik yang dinamis, keterbatasan informasi yang tidak merata, serta ketimpangan kekuatan dalam proses negosiasi antar aktor. Kesimpulan: Kesimpulannya, implementasi collaborative governance dalam perbaikan infrastruktur jalan di Kota Pekanbaru telah membawa dampak positif melalui koordinasi yang terstruktur dan kemitraan antarpihak. Namun demikian, masih diperlukan upaya optimalisasi berupa peningkatan keterbukaan informasi, perbaikan pola komunikasi, serta penyusunan sistem informasi terpadu yang memungkinkan pemantauan progres secara transparan. Selain itu, keterlibatan lembaga pengawasan independen juga penting guna menjaga keseimbangan peran dan tanggung jawab semua aktor dalam proses kolaboratif yang berkelanjutan. | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 17 Apr 2026