Detail Katalog
ID: 32312Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
PERAN BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM MENJAGA STABILITAS DAERAH PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH 2024 DI KOTA BATAM PROVINSI KEPULAUAN RIAU / Hutabarat, Reymond Agung
Pengarang:
Hutabarat, Reymond Agung ; Gasper Liauw
Hutabarat, Reymond Agung ; Gasper Liauw
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Pemilihan umum
Deskripsi Fisik:
11 : ilus
11 : ilus
Nomor Panggil:
324.659 814 36 HUT p
324.659 814 36 HUT p
Control Number:
INLIS000000001195531
INLIS000000001195531
BIB ID:
0010-0426000676
0010-0426000676
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan bagian penting dalam proses demokrasi lokal yang memungkinkan masyarakat memilih pemimpinnya secara langsung. Namun, dalam konteks Kota Batam yang memiliki tingkat heterogenitas demografis yang tinggi, proses Pilkada berpotensi memunculkan gesekan sosial dan konflik horizontal. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam peran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Batam dalam menjaga stabilitas daerah selama Pilkada, mengidentifikasi faktor-faktor penghambat pelaksanaan peran tersebut, serta mengkaji strategi yang dilakukan untuk menciptakan iklim sosial-politik yang kondusif. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori peran dari Biddle dan Thomas sebagai landasan teoritik utama, serta teori stabilitas sosial-politik dan demokrasi lokal sebagai pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesbangpol memiliki peran strategis dalam membina wawasan kebangsaan, melakukan deteksi dini konflik, serta menyosialisasikan pentingnya menjaga persatuan selama Pilkada. Meski demikian, peran Kesbangpol masih dihadapkan pada berbagai tantangan seperti keterbatasan anggaran, kekurangan sumber daya manusia, koordinasi lintas lembaga yang belum optimal, serta pengaruh kuat politik identitas di Masyarakat. Kesimpulan: Pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan Kesbangpol melalui digitalisasi pemantauan konflik, peningkatan kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan, serta perluasan program literasi politik untuk menciptakan masyarakat yang partisipatif dan tahan terhadap provokasi politik identitas.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
07506/IPDN/2025 |
324.659 814 36 HUT p |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001195531 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260417092323 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0426000676 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a PERAN BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM MENJAGA STABILITAS DAERAH PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH 2024 DI KOTA BATAM PROVINSI KEPULAUAN RIAU /$c Hutabarat, Reymond Agung | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Hutabarat, Reymond Agung | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 11 : $b ilus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20272 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Gasper Liauw | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 324.659 814 36 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 324.659 814 36 HUT p | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Pemilihan umum | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan bagian penting dalam proses demokrasi lokal yang memungkinkan masyarakat memilih pemimpinnya secara langsung. Namun, dalam konteks Kota Batam yang memiliki tingkat heterogenitas demografis yang tinggi, proses Pilkada berpotensi memunculkan gesekan sosial dan konflik horizontal. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam peran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Batam dalam menjaga stabilitas daerah selama Pilkada, mengidentifikasi faktor-faktor penghambat pelaksanaan peran tersebut, serta mengkaji strategi yang dilakukan untuk menciptakan iklim sosial-politik yang kondusif. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori peran dari Biddle dan Thomas sebagai landasan teoritik utama, serta teori stabilitas sosial-politik dan demokrasi lokal sebagai pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesbangpol memiliki peran strategis dalam membina wawasan kebangsaan, melakukan deteksi dini konflik, serta menyosialisasikan pentingnya menjaga persatuan selama Pilkada. Meski demikian, peran Kesbangpol masih dihadapkan pada berbagai tantangan seperti keterbatasan anggaran, kekurangan sumber daya manusia, koordinasi lintas lembaga yang belum optimal, serta pengaruh kuat politik identitas di Masyarakat. Kesimpulan: Pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan Kesbangpol melalui digitalisasi pemantauan konflik, peningkatan kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan, serta perluasan program literasi politik untuk menciptakan masyarakat yang partisipatif dan tahan terhadap provokasi politik identitas. | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 17 Apr 2026