Detail Katalog

ID: 32390
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

PENERTIBAN GELANDANGAN DAN PENGEMIS OLEH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DI KOTA BENGKULU PROVINSI BENGKULU / Ni Putu Ayu Diah Prasdiatni Dewi

Pengarang:
Ni Putu Ayu Diah Prasdiatni Dewi ; Gradiana Tefa
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Peraturan daerah
Deskripsi Fisik:
10
Nomor Panggil:
352.145 981 731 NI p
Control Number:
INLIS000000001195602
BIB ID:
0010-0426000747
Catatan
Permasalahan (Kesenjangan Penelitian): Penertiban gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kota Bengkulu menjadi salah satu tantangan besar dalam menjaga ketertiban umum dan menciptakan lingkungan yang tertib dan sejahtera. Keberadaan gepeng yang terus-menerus berada di ruang publik mempengaruhi kenyamanan masyarakat dan menambah beban sosial. Pemerintah Kota Bengkulu melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah berupaya untuk menertibkan keberadaan gepeng dengan berbagai kebijakan dan strategi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan penertiban gepeng oleh Satpol PP di Kota Bengkulu dengan menggunakan Teori Penertiban Eviany dan Sutiyo dengan dimensi upaya penertiban : (1) Upaya Berupa Tindakan, (2) Perlengkapan yang Digunakan, dan (3) Tujuan. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara dan observasi lapangan terhadap aparat Satpol PP, Dinas Sosial, dan masyarakat. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penertiban gelandangan dan pengemis di Kota Bengkulu melibatkan berbagai strategi, termasuk sosialisasi kepada masyarakat, peningkatan patroli, serta koordinasi antara Satpol PP dan Dinas Sosial untuk pembinaan dan rehabilitasi sosial. Masyarakat juga diajak untuk lebih bijak dalam memberikan bantuan kepada gepeng melalui lembaga resmi, bukan dengan uang langsung. Namun, penertiban ini menghadapi tantangan besar seperti keterbatasan fasilitas penampungan sementara, keberadaan gepeng dari luar daerah, serta masih banyaknya masyarakat yang memberi uang langsung kepada gepeng. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penertiban ini sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, Satpol PP, Dinas Sosial, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertib, aman, dan sejahtera, agar Kota Bengkulu terbebas dari gelandangan dan pengemis.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07517/IPDN/2025 352.145 981 731 NI p Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001195602 1
005 _ _ 20260417114825 2
035 # # $a 0010-0426000747 3
245 1 # $a PENERTIBAN GELANDANGAN DAN PENGEMIS OLEH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DI KOTA BENGKULU PROVINSI BENGKULU /$c Ni Putu Ayu Diah Prasdiatni Dewi 4
100 _ # $a Ni Putu Ayu Diah Prasdiatni Dewi 5
300 # # $a 10 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21275 7
700 _ # $a Gradiana Tefa 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 352.145 981 731 10
084 # # $a 352.145 981 731 NI p 11
650 # 4 $a Peraturan daerah 12
520 # # $a Permasalahan (Kesenjangan Penelitian): Penertiban gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kota Bengkulu menjadi salah satu tantangan besar dalam menjaga ketertiban umum dan menciptakan lingkungan yang tertib dan sejahtera. Keberadaan gepeng yang terus-menerus berada di ruang publik mempengaruhi kenyamanan masyarakat dan menambah beban sosial. Pemerintah Kota Bengkulu melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah berupaya untuk menertibkan keberadaan gepeng dengan berbagai kebijakan dan strategi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan penertiban gepeng oleh Satpol PP di Kota Bengkulu dengan menggunakan Teori Penertiban Eviany dan Sutiyo dengan dimensi upaya penertiban : (1) Upaya Berupa Tindakan, (2) Perlengkapan yang Digunakan, dan (3) Tujuan. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara dan observasi lapangan terhadap aparat Satpol PP, Dinas Sosial, dan masyarakat. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penertiban gelandangan dan pengemis di Kota Bengkulu melibatkan berbagai strategi, termasuk sosialisasi kepada masyarakat, peningkatan patroli, serta koordinasi antara Satpol PP dan Dinas Sosial untuk pembinaan dan rehabilitasi sosial. Masyarakat juga diajak untuk lebih bijak dalam memberikan bantuan kepada gepeng melalui lembaga resmi, bukan dengan uang langsung. Namun, penertiban ini menghadapi tantangan besar seperti keterbatasan fasilitas penampungan sementara, keberadaan gepeng dari luar daerah, serta masih banyaknya masyarakat yang memberi uang langsung kepada gepeng. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penertiban ini sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, Satpol PP, Dinas Sosial, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertib, aman, dan sejahtera, agar Kota Bengkulu terbebas dari gelandangan dan pengemis. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name