Detail Katalog

ID: 32412
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

OPTIMALISASI ALOKASI BELANJA MODAL DALAM MENINGKATKAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI KABUP / Henok Madai

Pengarang:
Henok Madai ; Ika Agustina
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Keuangan Daerah
Deskripsi Fisik:
11 : ilus
Nomor Panggil:
336.013 598 811 2 HEN o
Control Number:
INLIS000000001195624
BIB ID:
0010-0426000769
Catatan
Permasalahan: Ketersediaan anggaran belanja modal yang terbatas dan banyaknya program kerja dalam prioritas percepatan pembangunan Infrastruktur daerah Kabupaten Nabire dengan demikian pengelolaan keuangan daerah yang dilakukan oleh Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) harus dilakukan secara optimal sehingga ketersediaan anggaran pembangunan daerah dapat dianggarkan secara merata terutama untuk anggaran belanja modal sesuai dengan prioritas pembangunan daerah. Tujuan: penelitian ini melihat bagaimana optimalnya anggaran belanja modal dan langkah apa saja yang diambil dalam prioritas percepatan pembangunan 2 infrastruktur Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif metode deskriptif dengan melakukan wawancara terhadap informan dan melakukan dokumentasi di kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah kabupaten Nabire. Hasil Temuan: Hasil dari penelitian ini menunjukkan pengelolaan anggaran belanja modal secara keseluruhan belum optimal dikarenakan adanya upaya yang dilakukan oleh BPKAD. Dapat dijelaskan menggunakan teori Siringoringo (2005:5) yang menjelaskan konsep optimalisasi berdasarkan tujuan, alternatif keputusan, dan sumberdaya yang membatasi. Hambatan yang ditemukan yaitu perencanaan belum matang, kinerja pegawai belum maksimal, dan jumlah pegawai kabupaten nabire yang banyak. Adapun upaya yaitu perencanaan secara matang, Meningkatkan SDM, dan Pemindahan jumlah pegawai ke Ibukota Provinsi dengan adanya DOB Provinsi Papua Tengah. Kesimpulan: Optimalisasi anggaran belanja modal dalam peningkatan pembangunan infrastruktur oleh BPKAD kabupaten nabire secara keseluruhan dapat dikatakan cukup optimal.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07239/IPDN/2023 336.013 598 811 2 HEN o Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001195624 1
005 _ _ 20260417121320 2
035 # # $a 0010-0426000769 3
245 1 # $a OPTIMALISASI ALOKASI BELANJA MODAL DALAM MENINGKATKAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI KABUP /$c Henok Madai 4
100 _ # $a Henok Madai 5
300 # # $a 11 : $b ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15704 7
700 _ # $a Ika Agustina 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 9
082 # # $a 336.013 598 811 2 10
084 # # $a 336.013 598 811 2 HEN o 11
650 # 4 $a Keuangan Daerah 12
520 # # $a Permasalahan: Ketersediaan anggaran belanja modal yang terbatas dan banyaknya program kerja dalam prioritas percepatan pembangunan Infrastruktur daerah Kabupaten Nabire dengan demikian pengelolaan keuangan daerah yang dilakukan oleh Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) harus dilakukan secara optimal sehingga ketersediaan anggaran pembangunan daerah dapat dianggarkan secara merata terutama untuk anggaran belanja modal sesuai dengan prioritas pembangunan daerah. Tujuan: penelitian ini melihat bagaimana optimalnya anggaran belanja modal dan langkah apa saja yang diambil dalam prioritas percepatan pembangunan 2 infrastruktur Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif metode deskriptif dengan melakukan wawancara terhadap informan dan melakukan dokumentasi di kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah kabupaten Nabire. Hasil Temuan: Hasil dari penelitian ini menunjukkan pengelolaan anggaran belanja modal secara keseluruhan belum optimal dikarenakan adanya upaya yang dilakukan oleh BPKAD. Dapat dijelaskan menggunakan teori Siringoringo (2005:5) yang menjelaskan konsep optimalisasi berdasarkan tujuan, alternatif keputusan, dan sumberdaya yang membatasi. Hambatan yang ditemukan yaitu perencanaan belum matang, kinerja pegawai belum maksimal, dan jumlah pegawai kabupaten nabire yang banyak. Adapun upaya yaitu perencanaan secara matang, Meningkatkan SDM, dan Pemindahan jumlah pegawai ke Ibukota Provinsi dengan adanya DOB Provinsi Papua Tengah. Kesimpulan: Optimalisasi anggaran belanja modal dalam peningkatan pembangunan infrastruktur oleh BPKAD kabupaten nabire secara keseluruhan dapat dikatakan cukup optimal. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 17 Apr 2026
Export