Detail Katalog
ID: 32452Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENYELENGGARAAN PROGRAM GERAKAN MENANAM SERENTAK (GERMAS) DI KABUPATEN ACEH SINGKIL PROVINSI ACEH / M. Reksy Noverdi
Pengarang:
M. Reksy Noverdi ; Selvia Junita Praja
M. Reksy Noverdi ; Selvia Junita Praja
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Kesehatan masyarakat
Deskripsi Fisik:
13 : ilus
13 : ilus
Nomor Panggil:
362.125 981 11 M. c
362.125 981 11 M. c
Control Number:
INLIS000000001195664
INLIS000000001195664
BIB ID:
0010-0426000809
0010-0426000809
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya alih fungsi lahan secara ekstrem, fluktuasi inflasi, dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pangan di Kabupaten Aceh Singkil. Kondisi ini berdampak pada terganggunya ketahanan pangan lokal meskipun telah diluncurkan berbagai program pemerintah di sektor pertanian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk kolaborasi dalam pelaksanaan program Gerakan Menanam Serentak (GERMAS) yang diarahkan untuk meningkatkan pendapatan petani, kesejahteraan masyarakat, serta menjaga stabilitas pasokan pangan lokal. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif karena sesuai untuk menggali secara mendalam dinamika interaksi antar aktor dalam pelaksanaan program GERMAS. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive dengan melibatkan aktor-aktor utama yang berperan langsung dalam program, seperti pejabat Dinas Pangan, Hortikultura, dan Peternakan, kepala desa pelaksana GERMAS, kelompok tani, serta masyarakat penerima manfaat. Informan kunci dalam penelitian ini adalah Kepala Bidang Ketahanan Pangan karena memiliki peran strategis dalam perencanaan dan koordinasi program. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Aceh Singkil pada rentang waktu Januari hingga Maret 2024 selama kurang lebih 3 bulan. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak NVivo dengan kerangka teori Collaborative Governance dari Ansell dan Gash (2007), yang mencakup empat dimensi utama: kondisi awal, kepemimpinan fasilitatif, desain kelembagaan, dan proses kolaborasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program GERMAS di Kabupaten Aceh Singkil telah berkontribusi positif terhadap penguatan ketahanan pangan lokal melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Peran pemerintah sebagai fasilitator dan mediator dinilai krusial dalam membangun koordinasi dan kepercayaan antar aktor. Namun demikian, tantangan masih dihadapi, seperti ketergantungan pada pasokan pangan eksternal, keterbatasan sumber daya, hambatan regulasi, serta keberlanjutan program dalam jangka panjang. Meski demikian, program ini telah menunjukkan dampak awal berupa peningkatan produksi pertanian dan stabilisasi harga pangan lokal. Kesimpulan: Program GERMAS terbukti mampu mendorong kolaborasi lintas sektor dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan daerah. Optimalisasi peran pemerintah dan penguatan kapasitas sumber daya lokal perlu terus dilakukan untuk menjamin keberlanjutan program.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
07531/IPDN/2025 |
362.125 981 11 M. c |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001195664 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260417010903 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0426000809 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENYELENGGARAAN PROGRAM GERAKAN MENANAM SERENTAK (GERMAS) DI KABUPATEN ACEH SINGKIL PROVINSI ACEH /$c M. Reksy Noverdi | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a M. Reksy Noverdi | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 13 : $b ilus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22995 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Selvia Junita Praja | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 362.125 981 11 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 362.125 981 11 M. c | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Kesehatan masyarakat | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya alih fungsi lahan secara ekstrem, fluktuasi inflasi, dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pangan di Kabupaten Aceh Singkil. Kondisi ini berdampak pada terganggunya ketahanan pangan lokal meskipun telah diluncurkan berbagai program pemerintah di sektor pertanian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk kolaborasi dalam pelaksanaan program Gerakan Menanam Serentak (GERMAS) yang diarahkan untuk meningkatkan pendapatan petani, kesejahteraan masyarakat, serta menjaga stabilitas pasokan pangan lokal. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif karena sesuai untuk menggali secara mendalam dinamika interaksi antar aktor dalam pelaksanaan program GERMAS. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive dengan melibatkan aktor-aktor utama yang berperan langsung dalam program, seperti pejabat Dinas Pangan, Hortikultura, dan Peternakan, kepala desa pelaksana GERMAS, kelompok tani, serta masyarakat penerima manfaat. Informan kunci dalam penelitian ini adalah Kepala Bidang Ketahanan Pangan karena memiliki peran strategis dalam perencanaan dan koordinasi program. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Aceh Singkil pada rentang waktu Januari hingga Maret 2024 selama kurang lebih 3 bulan. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak NVivo dengan kerangka teori Collaborative Governance dari Ansell dan Gash (2007), yang mencakup empat dimensi utama: kondisi awal, kepemimpinan fasilitatif, desain kelembagaan, dan proses kolaborasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program GERMAS di Kabupaten Aceh Singkil telah berkontribusi positif terhadap penguatan ketahanan pangan lokal melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Peran pemerintah sebagai fasilitator dan mediator dinilai krusial dalam membangun koordinasi dan kepercayaan antar aktor. Namun demikian, tantangan masih dihadapi, seperti ketergantungan pada pasokan pangan eksternal, keterbatasan sumber daya, hambatan regulasi, serta keberlanjutan program dalam jangka panjang. Meski demikian, program ini telah menunjukkan dampak awal berupa peningkatan produksi pertanian dan stabilisasi harga pangan lokal. Kesimpulan: Program GERMAS terbukti mampu mendorong kolaborasi lintas sektor dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan daerah. Optimalisasi peran pemerintah dan penguatan kapasitas sumber daya lokal perlu terus dilakukan untuk menjamin keberlanjutan program. | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 17 Apr 2026