Detail Katalog

ID: 32558
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

PELAKSANAAN PROGRAM JEMPUT BOLA SAPUJADI DALAM AKTIVASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL OLEH DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN KAIMANA PROVINSI PAPUA BARAT / Farneubun, Julian Flora

Pengarang:
Farneubun, Julian Flora ; M. Nawawi
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Administrasi pemerintahan daerah
Deskripsi Fisik:
12 : ilus
Nomor Panggil:
352.359 883 FAR p
Control Number:
INLIS000000001195769
BIB ID:
0010-0426000914
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Cakupan Identitas Kependudukan Digital (IKD) Provinsi Papua Barat pada tahun 2024 masih di angka 2,82%, masih dibawah target yang sebesar 5% dari total penduduk. Kabupaten Kaimana sendiri, dengan jumlah penduduk 65.490 jiwa pada akhir tahun 2023, baru mencapai 4,82% dari total wajib KTP-el untuk penggunaan IKD, hal ini jauh dibawah target dari Kementerian Dalam Negeri yang sebesar 15%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program layanan keliling SAPUJADI (Satu Paket Dokumen Siap) dalam aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pejabat dan staf Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta masyarakat Kabupaten Kaimana. Pendekatan teori penelitian menggunakan teori implementasi George R. Terry yang meliputi enam dimensi yaitu kepemimpinan, sikap dan moral, komunikasi, motivasi, pengawasan, dan kedisiplinan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Implementasi program SAPUJADI dalam aktivasi IKD sudah berjalan cukup baik pada aspek kepemimpinan, sikap dan moral, komunikasi, motivasi, pengawasan, dan kedisiplinan meskipun belum optimal dikarenakan masih rendahnya partisipasi masyarakat serta keterbatasan anggaran dan sarana prasarana; (2) Kendala dalam implementasi program antara lain keterbatasan anggaran, sarana prasarana yang kurang memadai, koordinasi yang belum optimal, serta rendahnya pemahaman teknologi dan kesadaran masyarakat; (3) Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut antara lain pengelolaan anggaran yang lebih efisien, pemanfaatan sarana prasarana yang tersedia secara optimal, peningkatan koordinasi dengan berbagai pihak, serta sosialisasi yang lebih intensif mengenai urgensi pengaktifan IKD kepada masyarakat. Kesimpulan: Pelaksanaan program Jemput Bola SAPUJADI dalam mengaktivasi IKD di Kabupaten Kaimana menunjukkan hasil yang cukup baik namun belum optimal. Berdasarkan teori analisis implementasi George R. Terry, keenam dimensi tersebut menunjukkan hasil yang beragam. Kepemimpinan Kepala Dinas bersifat adaptif dan partisipatif dengan keterlibatan langsung di lapangan, namun masih terkendala keterbatasan sumber daya manusia dan kompetensi teknologi informasi. Sikap dan moral pegawai diwujudkan dalam prinsip “melayani dengan kasih sayang dan sepenuh hati” dengan tingkat kepuasan masyarakat mencapai 90,95%.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07559/IPDN/2025 352.359 883 FAR p Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001195769 1
005 _ _ 20260430122621 2
035 # # $a 0010-0426000914 3
245 1 # $a PELAKSANAAN PROGRAM JEMPUT BOLA SAPUJADI DALAM AKTIVASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL OLEH DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN KAIMANA PROVINSI PAPUA BARAT /$c Farneubun, Julian Flora 4
100 _ # $a Farneubun, Julian Flora 5
300 # # $a 12 : $b ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22056 7
700 _ # $a M. Nawawi 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 352.359 883 10
084 # # $a 352.359 883 FAR p 11
650 # 4 $a Administrasi pemerintahan daerah 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Cakupan Identitas Kependudukan Digital (IKD) Provinsi Papua Barat pada tahun 2024 masih di angka 2,82%, masih dibawah target yang sebesar 5% dari total penduduk. Kabupaten Kaimana sendiri, dengan jumlah penduduk 65.490 jiwa pada akhir tahun 2023, baru mencapai 4,82% dari total wajib KTP-el untuk penggunaan IKD, hal ini jauh dibawah target dari Kementerian Dalam Negeri yang sebesar 15%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program layanan keliling SAPUJADI (Satu Paket Dokumen Siap) dalam aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pejabat dan staf Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta masyarakat Kabupaten Kaimana. Pendekatan teori penelitian menggunakan teori implementasi George R. Terry yang meliputi enam dimensi yaitu kepemimpinan, sikap dan moral, komunikasi, motivasi, pengawasan, dan kedisiplinan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Implementasi program SAPUJADI dalam aktivasi IKD sudah berjalan cukup baik pada aspek kepemimpinan, sikap dan moral, komunikasi, motivasi, pengawasan, dan kedisiplinan meskipun belum optimal dikarenakan masih rendahnya partisipasi masyarakat serta keterbatasan anggaran dan sarana prasarana; (2) Kendala dalam implementasi program antara lain keterbatasan anggaran, sarana prasarana yang kurang memadai, koordinasi yang belum optimal, serta rendahnya pemahaman teknologi dan kesadaran masyarakat; (3) Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut antara lain pengelolaan anggaran yang lebih efisien, pemanfaatan sarana prasarana yang tersedia secara optimal, peningkatan koordinasi dengan berbagai pihak, serta sosialisasi yang lebih intensif mengenai urgensi pengaktifan IKD kepada masyarakat. Kesimpulan: Pelaksanaan program Jemput Bola SAPUJADI dalam mengaktivasi IKD di Kabupaten Kaimana menunjukkan hasil yang cukup baik namun belum optimal. Berdasarkan teori analisis implementasi George R. Terry, keenam dimensi tersebut menunjukkan hasil yang beragam. Kepemimpinan Kepala Dinas bersifat adaptif dan partisipatif dengan keterlibatan langsung di lapangan, namun masih terkendala keterbatasan sumber daya manusia dan kompetensi teknologi informasi. Sikap dan moral pegawai diwujudkan dalam prinsip “melayani dengan kasih sayang dan sepenuh hati” dengan tingkat kepuasan masyarakat mencapai 90,95%. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 30 Apr 2026
Export