=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001191948 =005 20260118072315 =035 ##$$a 0010-0126000393 =245 1#$$a EVALUASI DIGITAL SANGUPALU DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK DI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH /$c Muh. Abil Kahfi Ramadhan =100 #$$a Muh. Abil Kahfi Ramadhan =300 ##$$a 14 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24741 =700 #$$a Asri B =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =082 ##$$a 352.635.984.431 =084 ##$$a 352.635.984.431 MUH e =650 #4$$a Pelayanan Publik Berbasis Digital =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini membahas evaluasi aplikasi SanguPalu sebagai media pelayanan publik digital di Kota Palu dengan fokus pada fitur promosi produk lokal. Permasalahan utama yang diidentifikasi meliputi keterbatasan infrastruktur jaringan, rendahnya literasi digital masyarakat, minimnya sosialisasi aplikasi oleh pemerintah daerah, serta kurang optimalnya pemanfaatan fitur UMKM. Hambatan-hambatan tersebut menyebabkan kesenjangan antara tujuan pengembangan aplikasi dan realisasi pemanfaatannya di lapangan. Padahal, aplikasi ini diharapkan mampu menjadi solusi efisien, transparan, dan partisipatif dalam pelayanan publik. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi digital sangupalu dalam meningkatkan pelayanan publik di dinas komunikasi dan informatika Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan model Technology Acceptance Model (TAM) sebagai kerangka evaluatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan dari unsur pemerintah dan masyarakat, observasi langsung terhadap penggunaan aplikasi, serta dokumentasi pendukung. Analisis dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. TAM digunakan untuk mengevaluasi lima dimensi utama, yaitu persepsi terhadap kegunaan, kemudahan penggunaan, sikap terhadap penggunaan, niat untuk menggunakan, dan penggunaan aktual aplikasi.. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat menilai aplikasi ini bermanfaat dan cukup mudah digunakan, terutama pada fitur informasi dan administrasi. Namun, penggunaan aktual masih belum merata, terutama di daerah pinggiran atau pascabencana yang terkendala akses teknologi. Sikap masyarakat umumnya positif, tetapi dapat berubah apabila aplikasi mengalami gangguan atau tidak ditindaklanjuti oleh instansi terkait. Kesimpulan: aplikasi SanguPalu memiliki potensi besar dalam mendukung pelayanan publik digital, namun diperlukan peningkatan dari aspek teknis, edukatif, dan kebijakan agar implementasinya berjalan optimal dan merata. Kata kunci: Informasi Publik, SanguPalu, Pelayanan Digital, TAM, Literasi Digita