=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001191990 =005 20260119110617 =035 ##$$a 0010-0126000435 =245 1#$$a PENINGKATAN KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA MELALUI PENGUATAN BUDAYA ORGANISASI : $b (Studi Kasus di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur) /$c Febriliyanti Gisela Penga =100 #$$a Febriliyanti Gisela Penga =300 ##$$a 15 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23585 =700 #$$a Lina Marlina =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =082 ##$$a 658.359 868 63 =084 ##$$a 658.359 868 63 FEB p =650 #4$$a Manajemen Kepegawaian =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan kinerja ASN di DPMPTSP Kota Kupang, seperti lambatnya pelayanan, kurangnya ketelitian, dan keterbatasan kompetensi pegawai yang berdampak pada kepuasan masyarakat. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penguatan budaya organisasi terhadap peningkatan kinerja ASN di DPMPTSP Kota Kupang. Metode: Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi pada pejabat, staf, serta masyarakat penerima layanan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan budaya organisasi berdasarkan tujuh dimensi Robbins—meliputi inovasi, perhatian terhadap detail, orientasi hasil, orientasi orang, orientasi tim, keagresifan, dan stabilitas—berdampak positif pada kinerja ASN, tercermin dari peningkatan inovasi pelayanan, kedisiplinan, dan kerja sama tim. Namun, masih ditemukan kendala pada pemanfaatan teknologi informasi dan tingkat ketelitian pegawai. Kesimpulan: Kesimpulannya, penguatan budaya organisasi menjadi strategi penting untuk membentuk lingkungan kerja ASN yang profesional, produktif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kata Kunci: budaya organisasi, kinerja ASN, pelayanan publik, DPMPTSP, Kota Kupang