=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001192041 =005 20260120091925 =035 ##$$a 0010-0126000486 =245 1#$$a SINERGITAS DALAM PENANGANAN PENGEMIS, GELANDANGAN DAN ORANG TERLANTAR DI KABUPATEN KUDUS PROVINSI JAWA TENGAH /$c Dentyana Choirunisa Handayani =100 #$$a Dentyana Choirunisa Handayani =300 ##$$a 14 : $b Ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23232 =700 #$$a Eva Eviany =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =082 ##$$a 362.592 598 266 1 =084 ##$$a 362.592 598 266 1 DEN s =650 #4$$a Permasalahan dan Layanan Tuna Wisma =520 ##$$a Permasalahan (Kesenjangan Penelitian): Permasalahan sosial berupa meningkatnya jumlah pengemis, gelandangan, dan orang terlantar yang berdampak pada kenyamanan lingkungan, ketenteraman, dan ketertiban umum di Kabupaten Kudus. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sinergitas antara Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Sosial Kabupaten Kudus dalam penanganan PGOT. Metode: Penelitian ini peneliti menggunakan teori sinergitas oleh Najiyati dan Rahmat dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif serta menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergitas antara Satpol-PP dan Dinas Sosial telah terjalin melalui komunikasi dan koordinasi, baik dalam bentuk razia rutin, rehabilitasi sosial, pembinaan, hingga pelatihan keterampilan. Namun demikian, masih terdapat berbagai hambatan, seperti keterbatasan anggaran, sarana prasarana, dan rendahnya kesadaran masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan penguatan sinergitas yang lebih efektif dan berkelanjutan agar upaya penanganan PGOT dapat lebih optimal dan berkontribusi dalam menciptakan ketertiban serta perlindungan masyarakat di Kabupaten Kudus. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini yakni sinergitas antara Satpol PP dan Dinas Sosial masih harus di optimalkan. Kata kunci: Sinergitas, Pengemis, Gelandangan, Orang Terlantar