=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001192052 =005 20260120093226 =035 ##$$a 0010-0126000497 =245 1#$$a STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA KAMPUNG ADAT GEBONG MEMARONG DI DESA GUNUNG MUDA KECAMATAN BELINYU KABUPATEN BANGKA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG /$c Fadli Hakim =100 #$$a Fadli Hakim =300 ##$$a 16 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24834 =700 #$$a Ridwan =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =082 ##$$a 915.981 631 204 =084 ##$$a 915.981 631 204 FAD s =650 #4$$a Wisata di Belinyu =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pengembangan wisata budaya di Indonesia umumnya masih terfokus pada destinasi-destinasi populer, sehingga potensi wisata berbasis komunitas adat belum tergarap maksimal. Kampung Adat Gebong Memarong di Desa Gunung Muda, Kabupaten Bangka, memiliki kekayaan budaya dan ekologis yang tinggi, namun belum dikembangkan optimal sebagai destinasi wisata akibat keterbatasan infrastruktur, promosi digital yang minim, serta rendahnya kolaborasi antar pihak terkait. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan strategi pengembangan wisata Kampung Adat Gebong Memarong berbasis kerangka Triple Bottom Line (Profit, People, Planet). Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teori Triple Bottom Line (TBL). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap enam informan kunci. Informan dipilih secara purposive karena memiliki keterlibatan langsung dalam pengelolaan dan kebijakan wisata, terdiri dari Kepala Desa Gunung Muda, Ketua Lembaga Adat Mapur, pelaku UMKM, pengelola wisata, wisatawan, dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka. Jumlah dan komposisi informan dipilih untuk merepresentasikan tiga dimensi keberlanjutan: profit, people, dan planet.Hasil/Temuan: Strategi yang dirumuskan mencakup: (1) pemberdayaan ekonomi melalui UMKM dan wisata budaya; (2) peningkatan partisipasi aktif masyarakat adat Mapur khususnya generasi muda; dan (3) pelestarian nilai budaya tradisional dan keberlanjutan lingkungan. Kesimpulan: Strategi pengembangan berbasis TBL mampu menghadirkan pendekatan yang holistik antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga adat, dan masyarakat menjadi kunci utama pengembangan wisata berkelanjutan di Gebong Memarong. Kata Kunci: Wisata Budaya; Komunitas Adat; Strategi Pengembangan; Triple Bottom Line; Gebong Memarong.