=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001192092 =005 20260120104145 =035 ##$$a 0010-0126000537 =245 1#$$a PEMBINAAN ANAK JALANAN GELANDANGAN DAN PENGEMIS OLEH DINAS SOSIAL DI KOTA PALEMBANG PROVINSI SUMATERA SELATAN /$c LIVIA ANDINI PUTRI =100 #$$a LIVIA ANDINI PUTRI =300 ##$$a 13 : $b Ilus =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =082 ##$$a 361.325 959 859 816 162 =084 ##$$a 361.325 959 859 816 162 LIV p =650 #4$$a Kesejahteraan Sosial =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Fenomena anak jalanan, gelandangan, dan pengemis (anjal-gepeng) di Kota Palembang merupakan permasalahan sosial yang kompleks. Keberadaan mereka di ruang publik terus meningkat meskipun telah terdapat kebijakan pembinaan dari Dinas Sosial. Kondisi ini mencerminkan adanya kesenjangan antara perumusan kebijakan dan implementasinya di lapangan, yang dipengaruhi oleh aktor kemiskinan, rendahnya pendidikan, serta kurangnya keterampilan kerja yang memadai. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pembinaan 2 terhadap anak jalanan, gelandangan, dan pengemis oleh Dinas Sosial Kota Palembang berdasarkan teori pembinaan yang mencakup dimensi usaha, proses, dan perbaikan. Metode: Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Data dikumpulkan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai pelaksanaan program pembinaan dan tantangan yang dihadapi. Hasil/Temuan: Pembinaan oleh Dinas Sosial Kota Palembang meliputi sosialisasi, pelatihan keterampilan, bimbingan sosial, serta pendampingan dan evaluasi rutin. Namun, pelaksanaan di lapangan masih terkendala oleh keterbatasan anggaran, minimnya personel, dan fasilitas rehabilitasi yang kurang memadai. Data penjangkauan menunjukkan peningkatan jumlah pengemis laki-laki dari 52 kasus (2022) menjadi 89 kasus (2024), serta rendahnya partisipasi aktif sasaran pembinaan akibat mobilitas tinggi dan resistensi terhadap program rehabilitasi. Kesimpulan: Meskipun pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Sosial sudah sesuai dengan kerangka teoritis, efektivitasnya belum maksimal. Hambatan teknis dan kurangnya koordinasi lintas sektor menjadi faktor yang mengurangi keberhasilan program. Penguatan kelembagaan dan pelibatan masyarakat secara berkelanjutan diperlukan untuk mendukung transformasi sosial bagi kelompok anjal-gepeng. Kata Kunci : Pengemis, Pembinaan, Dinas Sosial, Anak Jalanan, Gelandangan =856 ##$$a -