=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001192097 =005 20260120104941 =035 ##$$a 0010-0126000542 =245 1#$$a PERAN KAMPUNG TEMATIK SENI BUDAYA DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LOKAL DI KELURAHAN GISIKDRONO KECAMATAN SEMARANG BARAT KOTA SEMARANG /$c Dendi Akbar Mahendra =100 #$$a Dendi Akbar Mahendra =300 ##$$a 13 =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =082 ##$$a 361.609 598 598 265 1 =084 ##$$a 361.609 598 598 265 1 DEN p =600 #4$$a Pemberdayaan Masyarakat =520 ##$$a Permasalahan: Banyaknya pegangguran dan tingkat pendapatan yang rendah terjadi di Kota Semarang khususnya pada Kelurahan Gisikdono diperlukan adanya solusi untuk mengatasinya. Langkah yang dilakukan pihak Kelurahan Gisikdrono yaitu dengan Peran Kampung Tematik Seni Budaya dalam Pemberdayaan Masyarakat Lokal. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan peran kampung tematik seni budaya dalam pemberdayaan masyarakat lokal, apa saja hambatan dalam pelaksanaannya, dan upaya yang dilakukan pemerintah untuk menangani hambatan peran kampung tematik seni budaya dalam pemberdayaan masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran kampung tematik seni budaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kemiskinan di wilayah Kelurahan Gisikdrono serta upaya pemerintah dalam menangani hambatan melalui program Kampung Tematik Seni Budaya di Kelurahan Gisikdrono Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang. Metode: Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi, yang melibatkan berbagai informan, termasuk tokoh masyarakat, seniman, dan pemerintah setempat. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori Peran yang dikemukakan Ife dan Tesoriero. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Tematik Seni Budaya berfungsi sebagai platform pemberdayaan yang signifikan, dengan peran dalam memfasilitasi, mengedukasi, merepresentasikan, dan teknis melaksanakan kegiatan seni budaya. Meskipun program ini berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat dan menciptakan peluang ekonomi baru, masih terdapat tantangan seperti kurangnya kesadaran masyarakat, keterbatasan anggaran, dan sarana prasarana yang tidak memadai. Pemerintah Kota Semarang telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi hambatan ini melalui sosialisasi, pelatihan, dan dukungan promosi. Kesimpulan: Kampung Tematik Seni Budaya di Kelurahan Gisikdrono berperan penting dalam pemberdayaan masyarakat melalui fasilitasi, edukasi, representasi, dan pelaksanaan kegiatan seni budaya. Program ini meningkatkan partisipasi masyarakat dan membuka peluang ekonomi baru, meski masih menghadapi kendala seperti kurangnya kesadaran, keterbatasan anggaran, dan sarana prasarana yang kurang memadai. Pemerintah Kota Semarang telah melakukan sosialisasi, pelatihan, dan promosi untuk mengatasi hambatan tersebut, sehingga sinergi berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk keberlanjutan program. Kata kunci: Kampung Tematik, Seni Budaya, Pemberdayaan Masyarakat, Kemiskinan, Kelurahan Gisikdrono. =856 ##$$a -