=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001192134 =005 20260120053437 =035 ##$$a 0010-0126000579 =245 1#$$a MANAJEMEN RISIKO OLEH DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN DALAM MENGURANGI RISIKO BENCANA KEBAKARAN LAHAN DI KOTA BANDAR LAMPUNG PROVINSI LAMPUNG /$c Mohammad Farhan =100 #$$a Mohammad Farhan =300 ##$$a 11 : $b Ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21642 =700 #$$a Lalu Ahmad Murdhani =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =082 ##$$a 363.375 981 83 =084 ##$$a 363.375 981 83 MOH m =600 #4$$a bencana kebakaran =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kota Bandar Lampung memiliki potensi tinggi terhadap bahaya kebakaran lahan yang cukup luas. Meskipun demikian, masih terjadi beberapa insiden kebakaran lahan yang mengindikasikan bahwa manajemen risiko yang dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan belum optimal. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi risiko dan kapasitas pengelolaan yang tersedia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen risiko yang dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dalam mengurangi risiko bencana kebakaran lahan di Kota Bandar Lampung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen resiko yang dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelematan Dalam Mengurangi Risiko Bencana Kebakaran Lahan di Kota Bandar Lampung sudah cukup baik hal tersebut didasarkan pada indikator-indikator pada manajemen risiko yaitu mengidentifikasi dan melakukan eksplorasi terhadap jenis, intensitas, dan kemungkinan risiko, melaksanakan langkah pencegahan wilayah kebakaran, memberikan informasi dan pelatihan kepada publik tentang risiko kebakaran, serta menampung aspirasi dari lembaga dan masyarakat dalam pengambilan keputusan mengenai risiko. Namun masih terdapat beberapa hambatan seperti kurangnya sarana dan prasarana penunjang, kurangnya anggaran operasional dan keterampilan petugas, tidak sesuainya laporan yang diberikan oleh masyarakat, lokasi yang jauh dan akses yang sulit, serta peningkatan suhu global dan pola cuaca ekstrem menjadi faktor penghambat dalam penelitian ini. Adapun upaya yang dilakukan untuk mengetasi faktor penghambat yaitu memberikan kontak emergency damkar disetiap wilayah, mengajukan pengadaan terhadap alat penunjang dinas, mengalokasikan tambahan anggaran operasional, menganggarkan pelatihan personal dan bekerja sama dengan Basarnas dan TNI/Marinir untuk menunjang kinerja Dinas. Kesimpulan: Peneliti menyarankan agar Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelematan Kota Bandar Lampung dapat bekerjasama dengan polres untuk sarana dan prasarana serta dapat berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk mengalokasikan anggaran dan sarana dan prasarana penunjang sehingga dapat meningkatkan kinerja dinas. Kata Kunci: Manajemen Risiko, Kebakaran Lahan, Mitigasi, Kota Bandar lampung, Dinas Pemadam Kebakaran