=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001192304 =005 20260122110726 =035 ##$$a 0010-0126000749 =245 1#$$a SIKAP PETANI MILENIAL TERHADAP PENGEMBANGAN PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN DI KOTA BANDUNG, PROVINSI JAWA BARAT /$c Sulthan Nazib Pratama Putra =100 #$$a Sulthan Nazib Pratama Putra =300 ##$$a 14 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24135 =700 #$$a Abdul Halim =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =082 ##$$a 338.159 824 32 =084 ##$$a 338.159 824 32 SUL s =650 #4$$a Ekonomi dan Kebijakan Pertanian =520 ##$$a Permasalahan/ Latar Belakang(GAP): Sektor Pengembangan pertanian ramah lingkungan menjadi fokus utama dalam paradigma pembangunan keberlanjutan. Pertanian konvensional masih marak digunakan oleh para petani dengan mengandalkan penggunaan pestisida kimia dan pupuk sintetis menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan. Petani milenial, sebagai generasi muda yang aktif serta adaptif terhadap tekonologi digital, memiliki peran strategis dalam mewujudkan pertanian ramah lingkungan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap petani milenial terhadap pengembangan pertanian ramah lingkungan di Kota Bandung. Metode: Dengan pendekatan mixed method sequential explanatory. Sebanyak 67 responden diambil untuk pengisian kuesioner dan 6 orang informan diwawancarai untuk memperkaya analisis penelitian. Analisis deskriptif kuantitatif menggunakan korelasi Rank Spearman, dan uji beda Mann Whitney melalui IBM SPSS Statistics 27. Analisis kualitatif dilakukan dengan triangulasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pembentuk sikap, masing-masing berturut-turut: pengalaman pribadi, dan faktor emosional memiliki hubungan sangat signifikan, sedangkan pengaruh orang lain yang dianggap penting, lembaga pendidikan dan lembaga agama, serta terpaan media massa memiliki hubungan tidak signifikan dengan sikap petani milenial terhadap pengembangan pertanian ramah lingkungan di Kota Bandung. Kebanyakan petani milenial menyatakan sikap tidak setuju terhadap pengembangan pertanian ramah lingkungan. Perlu upaya sosialisasi, pendampingan, serta penyebaran informasi yang efektif dari seluruh stakeholder terkait agar pemahaman petani milenial terhadap pengembangan pertanian ramah lingkungan bisa meningkat. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar petani milenial di Kota Bandung memiliki sikap yang belum mendukung terhadap pengembangan pertanian ramah lingkungan. Faktor yang paling berpengaruh adalah pengalaman pribadi dan faktor emosional, sementara pengaruh sosial dan institusional tidak signifikan. Diperlukan upaya sosialisasi, pendampingan, dan penyebaran informasi yang lebih efektif untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan petani milenial dalam praktik pertanian ramah lingkungan. Kata Kunci: Pengembangan Pertanian Ramah Lingkungan, Petani Milenial, Sikap Petani, Pertanian Berkelanjutan, Menjaga Ketahanan Pangan