=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001192312 =005 20260122111706 =035 ##$$a 0010-0126000757 =245 1#$$a PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PLASMA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI DESA SINUNUKAN III KECAMATAN SINUNUKAN KABUPATEN MANDAILING NATAL /$c Lulu Yohana =100 #$$a Lulu Yohana =300 ##$$a 16 : $b Ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23957 =700 #$$a Umar Nain =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =082 ##$$a 307.159 812 44 =084 ##$$a 307.159 812 44 LUL p =650 #4$$a pemberdayaan masyarakat =520 ##$$a Permasalahan (Kesenjangan Penelitian): Desa Sinunukan III di Kabupaten Mandailing Natal memiliki potensi besar perkebunan kelapa sawit dan telah menerapkan sistem plasma dengan PT. SagoNauli. Akan tetapi, masyarakat menghadapi kendala pengembangan mandiri karena minimnya pengetahuan praktik pertanian efisien, kurangnya keterampilan pengelolaan, serta terbatasnya akses teknologi dan modal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui implementasi pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program plasma kelapa sawit di Desa Sinunukan III, serta dampaknya terhadap peningkatan pendapatan petani. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan fokus pada teori pemberdayaan lima dimensi Edi Suharto: pemungkinan, penguatan, perlindungan, penyokongan, dan pemeliharaan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan implementasi program plasma berjalan cukup baik. Program ini berhasil menciptakan akses teknologi pertanian, pelatihan, pendampingan, dan kolaborasi antara koperasi, perusahaan, dan pemerintah. Keberadaan plasma meningkatkan pendapatan petani dan menciptakan efek berganda ekonomi lokal melalui diversifikasi usaha. Meskipun demikian, tantangan masih ada, seperti ketidakmerataan distribusi pelatihan dan akses informasi, serta fluktuasi harga Tandan Buah Segar (TBS) yang mempengaruhi stabilitas pendapatan. Kesimpulan: Program plasma kelapa sawit di Desa Sinunukan III berkontribusi positif pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan pendapatan petani, dan kolaborasi antar pihak. Namun, efektivitas program perlu ditingkatkan dengan mengatasi tantangan pemerataan akses pelatihan dan informasi, serta mencari solusi mitigasi dampak fluktuasi harga kelapa sawit untuk menjaga stabilitas pendapatan petani. Kata kunci: Pemberdayaan Ekonomi, Plasma Perkebunan, Kelapa Sawit, Koperasi Unit Desa.