=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001192313 =005 20260122111933 =035 ##$$a 0010-0126000758 =245 1#$$a ANALISIS SWOT TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENERIMAAN PBB-P2 DI KOTA TANJUNGPINANG /$c Said Fathurrahman Muhazzib =100 #$$a Said Fathurrahman Muhazzib =300 ##$$a 13 : $b Ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22513 =700 #$$a Haromin =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =082 ##$$a 336.225 981 437 =084 ##$$a 336.225 981 437 SAI a =650 #4$$a Tingkat penerimaan pajak =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kota Tanjungpinang yang selama periode 2021–2024 cenderung fluktuatif dan belum sepenuhnya mencapai target yang telah ditetapkan dimana didapatkan permasalahan dalam pengelolaan dan strategi peningkatan penerimaan pajak daerah. Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat penerimaan PBB-P2 di Kota Tanjungpinang dengan menggunakan pendekatan analisis SWOT, serta mengidentifikasi strategi yang dapat dilakukan oleh BP2RD dalam optimalisasi penerimaan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan dari BP2RD Kota Tanjungpinang dan wajib pajak, dokumentasi, serta observasi langsung di lapangan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal yang mendukung antara lain regulasi yang memadai, kualitas SDM yang profesional, dan sistem digitalisasi pajak. Faktor penghambat internal mencakup keterbatasan sarana, minimnya jumlah personel, serta rendahnya literasi teknologi masyarakat. Dari sisi eksternal, peluang datang dari dukungan kebijakan daerah, perkembangan digitalisasi, dan kemitraan strategis, sementara ancaman terbesar adalah rendahnya kesadaran pajak dan tidak validnya data objek pajak. Kesimpulan: Optimalisasi penerimaan PBB-P2 di Kota Tanjungpinang memerlukan penguatan kualitas internal BP2RD dan pemberdayaan masyarakat. Diperlukan upaya berkelanjutan seperti digitalisasi sistem, edukasi publik, serta pemutakhiran data objek pajak untuk mewujudkan tata kelola pajak yang efektif dan berkelanjutan. Kata Kunci : PBB-P2, Penerimaan Pajak, Analisis SWOT, BP2RD Tanjungpinang.