=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001192348 =005 20260122023306 =035 ##$$a 0010-0126000793 =245 1#$$a KOORDINASI DINAS SOSIAL DALAM PEMBERDAYAAN GELANDANGAN DAN GELANDANGAN PSIKOTIK DI KOTA SURABAYA /$c Mayday Yeti Kawadisi =100 #$$a Mayday Yeti Kawadisi =300 ##$$a 13 : $b Ilus =700 #$$a Heru Sulistiyo =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =082 ##$$a 362.559 828 61 =084 ##$$a 362.559 828 61 MAY k =650 #4$$a Pelayanan kesejahteraan sosial =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Persoalan utama dalam pengentasan kemiskinan terkait gelandangan dan gelandangan psikotik adalah kompleksitas kebutuhan dan kerentanan kelompok ini, yang tidak hanya terbatas pada aspek ekonomi tetapi juga menyentuh persoalan sosial, keterampilan, kesehatan jiwa, dan keterbatasan mental. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis koordinasi antara Dinas Sosial Kota Surabaya,UPTD Liponsos Keputih, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan,Yayasan Bhakti Kinasih Mandiri, serta pemanfaatan media digital dalam program pemberdayaan gelandangan dan gelandangan psikotik. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap sebelas informan, termasuk Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Masyarakat Dinas Sosial Kota Surabaya, Kepala UPTD Liponsos Keputih, staf Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, pelatih dari Yayasan Bhakti Kinasih, pendamping lapangan, serta Humas Dinas Sosial Kota Surabaya. Analisis data menggunakan indikator koordinasi menurut Hasibuan (2006) yang meliputi kesatuan tindakan, komunikasi, pembagian kerja, dan disiplin. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi lintas instansi dalam pemberdayaan gelandangan dan gelandangan psikotik di Liponsos Keputih tergolong cukup efektif, meskipun masih terdapat kendala dalam aspek kedisiplinan dan pengawasan. Kesimpulan: Program pemberdayaan seperti membatik, cuci kendaraan, dan pembuatan meubelair memberikan dampak positif terhadap kemandirian klien.Pemanfaatan aplikasi E-PEKEN oleh Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan menjadi solusi dalam memperluas akses pemasaran hasil karya klien. Selain itu, media sosial, khususnya akun Instagram @aslisuroboyo, turut memperkuat promosi dan membangun citra positif terhadap program pemberdayaan. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan dalam merancang strategi koordinasi lintas instansi berbasis rehabilitasi sosial dan pemberdayaan. Kata Kunci: Koordinasi, Pemberdayaan Gelandangan dan Gelandangan Psikotik, Rehabilitasi Sosial, Media Sosial, Liponsos Keputih =856 ##$$a -