=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001192352 =005 20260122024231 =035 ##$$a 0010-0126000797 =245 1#$$a STRATEGI DINAS SOSIAL DALAM MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT PENYANDANG DISABILITASDI KABUPATEN MANGGARAI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR /$c MARIO LAURENSIUS REYNHARD JERANURU =100 #$$a MARIO LAURENSIUS REYNHARD JERANURU =300 ##$$a 15 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24025 =700 #$$a Samsul Arifin =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =082 ##$$a 353.598 682 1 =084 ##$$a 353.598 682 1 MAR s =650 #4$$a adminitrasi negara dalam bidang kesejahteraan sosial =520 ##$$a Permasalahan (Kesenjangan Penelitian): Penyandang disabilitas merupakan kelompok rentan yang seringkali mengalami diskriminasi, keterbatasan akses, dan minimnya partisipasi dalam pembangunan sosial. Di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, strategi pemberdayaan penyandang disabilitas oleh Dinas Sosial dinilai belum berjalan optimal. Programprogram yang dijalankan cenderung bersifat karitatif dan belum menyentuh aspek pelatihan keterampilan atau pendidikan yang mendukung kemandirian. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan masyarakat disabilitas dan strategi pemberdayaan yang diterapkan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi Dinas Sosial dalam memberdayakan masyarakat penyandang disabilitas di Kabupaten Manggarai Provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode: Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: menunjukkan bahwa Dinas Sosial telah memiliki beberapa strategi dalam memberdayakan penyandang disabilitas, seperti pelatihan keterampilan dan pendampingan sosial, namun implementasinya masih belum merata dan konsisten. Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan anggaran, rendahnya jumlah tenaga pendamping profesional, serta minimnya fasilitas pendidikan dan pelatihan yang ramah disabilitas. Selain itu, partisipasi penyandang disabilitas dalam perencanaan kebijakan masih sangat terbatas. Kesimpulan: pemberdayaan penyandang disabilitas di Kabupaten Manggarai membutuhkan pendekatan yang lebih sistematis, inklusif, dan berkelanjutan. Diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan untuk menciptakan program yang tidak hanya bersifat bantuan sementara, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas dan kemandirian penyandang disabilitas secara menyeluruh. Kata Kunci: Strategi, Memberdayakan, Penyandang Disabilitas