=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001192449 =005 20260126114346 =035 ##$$a 0010-0126000894 =245 1#$$a EFEKTIVITAS PROGRAM SIDAWAI (SISTEM INFORMASI DATA PEGAWAI) DALAM PEMUTAKHIRAN DATA KEPEGAWAIAN PADA BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN BLITAR /$c Yuda Martha Prasetya =100 #$$a Yuda Martha Prasetya =300 ##$$a 11 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20260 =700 #$$a Busiri =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =082 ##$$a 352.150 598 282 3 =084 ##$$a 352.150 598 282 3 YUD e =650 #4$$a Administrasi pemerintah daerah =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): SIDAWAI memfasilitasi ASN Kabupaten Blitar dalam pemutakhiran data, namun belum optimal akibat rendahnya kesadaran pegawai, ketiadaan sanksi, dan kendala integrasi dengan server SAPK BKN. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas program SIDAWAI dalam pemutakhiran data kepegawaian pada BKPSDM Kabupaten Blitar, faktor pendukung dan faktor penghambat serta upaya yang telah dilakukan untuk mengatasai hambatan tersebut. Metode: Dalam penelitian ini, peneliti menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil/Temuan: SIDAWAI menyediakan data cukup lengkap untuk mendukung proses manajemen pegawai meski pegawai perlu diingatkan untuk memperbarui data secara berkala. Sarana, prasarana dan kualifikasi administrator yang memadai dan inovasi yang terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Sosialisasi sudah berjalan dengan baik meskipun kehadiran undangan belum optimal, komunikasi yang lancar didukung adanya grub WhatsApp, dan kerja sama bidang P2D dengan unit lain berjalan dengan lancar. Kesimpulan: Hasil penelitian efektivitas program SIDAWAI di BKPSDM Kabupaten Blitar dinilai efektif pada dimensi pencapaian tujuan, adaptasi, dan integrasi. Faktor pendukung mencakup kesediaan administrator dan operator dalam mengingatkan pegawai, ketersediaan sarana, prasarana dan kualifikasi administrator yang baik, inovasi layanan, sosialisasi dengan simulasi, serta komunikasi yang baik antar unit. Faktor penghambat meliputi rendahnya kesadaran pegawai, terbatasnya jumlah administrator dan operator, kendala teknis pada server yang harus ditangani DISKOMINFO, serta tingkat kehadiran sosialisasi yang masih belum optimal. Upaya yang sudah dilakukan meliputi meliputi strategi komunikasi melalui grup OPD untuk mengingatkan pegawai memperbarui data, kolaborasi dengan pegawai Bidang P2D untuk menangani banyaknya konsultasi, serta pemanfaatan grup WhatsApp sebagai media penyampaian informasi jika kehadiran sosialisasi kurang optimal. Kata kunci: Efektivitas, program SIDAWAI, Pemutakhiran Data Pegawai