=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001192459 =005 20260126011204 =035 ##$$a 0010-0126000904 =245 1#$$a KUALITAS WEBSITE TELUK BINTUNI SEBAGAI SARANA PELAYANAN PUBLIK /$c Raul Jose Alexandre Jarangga =100 #$$a Raul Jose Alexandre Jarangga =300 ##$$a 22 : $b Ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24221 =700 #$$a Ikhbaluddin =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =082 ##$$a 352.6359 883 22 =084 ##$$a 352.6359 883 22 RAU k =650 #4$$a Administrasi pemerintahan =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni telah menyediakan layanan digital melalui Website resmi pemerintah daerah sebagai bentuk implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Website ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat, terutama di wilayah dengan hambatan geografis. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai kendala seperti keterbatasan akses, kurangnya pembaruan informasi, serta belum optimalnya fitur interaktif. Kesenjangan antara ekspektasi dan kenyataan pelayanan digital inilah yang menjadi fokus utama penelitian ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas Website Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni sebagai sarana pelayanan publik berbasis digital menggunakan pendekatan Webqual 4.0. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei melalui penyebaran kuesioner kepada 99 responden yang merupakan pengguna aktif Website. Data dianalisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas untuk mengukur persepsi masyarakat terhadap tiga dimensi Webqual, yaitu usability, information quality, dan interaction quality. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Website Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni telah memenuhi sebagian besar indikator kualitas. Pada dimensi usability, mayoritas pengguna menilai website cukup mudah digunakan dan memiliki tampilan yang atraktif, meskipun akses masih menjadi kendala di beberapa wilayah terpencil. Pada dimensi information quality, informasi dinilai akurat dan relevan, namun frekuensi pembaruannya masih kurang. Sedangkan pada dimensi interaction quality, telah tersedia fitur layanan interaktif, namun belum dimanfaatkan secara optimal karena kendala teknis dan keterbatasan pengelola. Kesimpulan: Website Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni telah dinilai cukup baik memang masih ditemukan beberapa kendala. Untuk itu, perlu dilakukan peningkatan pada aspek infrastruktur, kompetensi pengelola, serta pemanfaatan maksimal terhadap fitur interaktif agar website dapat memberikan pelayanan yang lebih efektif, efisien, dan responsif. Kata Kunci: Website Pemerintah, Webqual 4.0, Pelayanan Publik