=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001192471 =005 20260126054820 =035 ##$$a 0010-0126000916 =245 1#$$a KEPENTINGAN POLITIK DALAM PENYELESAIAN KEBAKARAN HUTAN DI KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PROVINSI KALIMANTAN TENGAH /$c CAROLINE MARCIA DAVINIE PAKILI =100 #$$a CAROLINE MARCIA DAVINIE PAKILI =300 ##$$a 12 : $b Ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23805 =700 #$$a Ani Martini =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =082 ##$$a 634.965 983 412 =084 ##$$a 634.965 983 412 CAR k =650 #4$$a penanggulangan kebakaran hutan =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kebakaran hutan dan lahan menjadi bencana tahunan di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, yang dipengaruhi oleh kepentingan politik aktor tertentu. Lemahnya penegakan regulasi, lobi politik oleh perusahaan, serta koordinasi antar pemangku kepentingan menjadi kendala utama. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kepentingan politik dalam penyelesaian kebakaran hutan, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta merumuskan strategi penyelesaian yang efektif di Kabupaten Kotawaringin Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman serta analisis SWOT untuk strategi. Hasil/Temuan: Kepentingan politik mempengaruhi pengambilan kebijakan penanggulangan kebakaran hutan. Faktor pendukung meliputi regulasi nasional, partisipasi masyarakat, dan komitmen pemerintah daerah. Faktor penghambat meliputi lemahnya koordinasi, keterbatasan anggaran, dan dominasi aktor swasta. Strategi yang dirumuskan yaitu penguatan kolaborasi multi-aktor, reformasi kelembagaan, penguatan regulasi, dan peningkatan partisipasi masyarakat. Kesimpulan: Kepentingan politik perlu dikelola melalui kebijakan yang inklusif, transparan, dan berbasis partisipasi masyarakat agar penyelesaian kebakaran hutan dapat berjalan efektif. Kata Kunci: Kepentingan Politik; Kebakaran Hutan; Strategi; Kotawaringin Barat; Kebijakan Lingkungan.