=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001192475 =005 20260126060256 =035 ##$$a 0010-0126000920 =245 1#$$a KESIAPSIAGAAN DALAM MENGHADAPI KONFLIK SOSIAL DI KAWASAN IBU KOTA NEGARA KECAMATAN SEPAKU KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA /$c muhammad arrafi rizaqul fahmi =100 #$$a muhammad arrafi rizaqul fahmi =300 ##$$a 17 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21919 =700 #$$a Nadya Anggara Putri =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =082 ##$$a 658.405 359 838 13 =084 ##$$a 658.405 359 838 13 MUH k =650 #4$$a manajemen konflik =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, membawa dampak sosial yang signifikan, terutama potensi konflik sosial akibat dinamika migrasi dan perubahan tata ruang. Kehadiran pendatang dari berbagai daerah dengan latar belakang budaya dan kepentingan berbeda memicu tantangan baru bagi masyarakat lokal, seperti benturan budaya, sengketa lahan, dan ketimpangan akses terhadap sumber daya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab konflik sosial, mengkaji kesiapsiagaan masyarakat, pemerintah daerah, dan komunitas dalam menghadapi konflik, serta menganalisis upaya yang telah dilakukan untuk mengantisipasi dan menangani konflik di kawasan IKN. Metode: Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara dengan berbagai informan kunci dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan masih bervariasi antar kelompok, dengan tantangan utama berupa minimnya integrasi sosial dan belum meratanya kebijakan mitigasi konflik. Kesimpulan: Diperlukan penguatan program kesiapsiagaan melalui pelibatan aktif tokoh masyarakat, edukasi multikulturalisme, dan kebijakan pembangunan yang inklusif agar konflik sosial tidak menghambat proses pembangunan IKN. Kata Kunci: kesiapsiagaan, konflik sosial, Ibu Kota Negara, masyarakat lokal, migrasi, Sepaku