=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001192478 =005 20260126063025 =035 ##$$a 0010-0126000923 =245 1#$$a PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP TRANSISI KTP-EL KE IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL DI KOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT /$c Ahmad Syahbano =100 #$$a Ahmad Syahbano =300 ##$$a 13 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20913 =700 #$$a Gatiningsih =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =082 ##$$a 929.959 865 11 =084 ##$$a 929.959 865 11 AHM p =650 #4$$a kartu tanda penduduk =520 ##$$a Permasalahan (Kesenjangan Penelitian): Meskipun program Identitas Kependudukan Digital (IKD) telah diluncurkan sebagai upaya digitalisasi administrasi kependudukan, belum semua masyarakat memahami dan menerima transisi ini dari KTP elektronik (KTP-el). Terdapat kesenjangan antara kebijakan pemerintah dan kesiapan serta penerimaan masyarakat, terutama terkait dengan akses teknologi, keamanan data, dan pemahaman akan manfaat IKD. Tingkat aktivasi IKD yang ditunjukkan dengan rendahnya persentase aktivasi IKD di Kota Mataram yakni 4,94% dipengaruhi oleh faktor sosialisasi, komunikasi dan pelayanan yang dilaksanakan oleh pemerintah Kota Mataram serta pemahaman teknologi di kalangan masyarakat. Tujuan: Mengetahui dan menganalisis persepsi masyarakat Kota Mataram terhadap transisi dari KTP-el ke Identitas Kependudukan Digital serta faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan masyarakat terhadap kebijakan ini. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis data model Miles dan Huberman. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan Kuesioner. Triangulasi dilakukan untuk menjamin validitas data dengan membandingkan informasi dari berbagai sumber. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian masyarakat mengakui kemudahan dan manfaat IKD, seperti akses layanan online tanpa dokumen fisik. Namun, masih terdapat tantangan signifikan berupa kurangnya pemahaman teknologi, keterbatasan infrastruktur di daerah terpencil, serta minimnya bantuan teknis saat menghadapi kendala. Sebagian besar masyarakat juga merasa belum siap dan bingung dalam proses aktivasi IKD. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa penerimaan masyarakat terhadap IKD belum optimal. Diperlukan peningkatan sosialisasi, penguatan infrastruktur digital, dan pengembangan sistem layanan yang lebih ramah pengguna agar implementasi IKD dapat berjalan lebih efektif dan inklusif.. Kesimpulan: Persepsi masyarakat Kota Mataram terhadap transisi ke IKD cenderung positif namun belum sepenuhnya siap. Keberhasilan implementasi IKD sangat bergantung pada peningkatan literasi digital, perluasan infrastruktur teknologi, serta intensifikasi sosialisasi yang menyeluruh dan tepat sasaran. Kata Kunci: Persepsi Masyarakat, KTP-el, Identitas Kependudukan Digital, Kota Mataram, Teknologi Informasi