=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001192481 =005 20260126085449 =035 ##$$a 0010-0126000926 =245 1#$$a PENGENDALIAN INFLASI DALAM UPAYA STABILITAS EKONOMI OLEH DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DI KOTA BAUBAU /$c La Ode Muh. Yassin Arif Basari =100 #$$a La Ode Muh. Yassin Arif Basari =300 ##$$a 14 : $b Ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24548 =700 #$$a Muhadam Labolo =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =082 ##$$a 332.415 984 852 =084 ##$$a 332.415 984 852 LA p =650 #4$$a inflasi =520 ##$$a Permasalahan/ Latar Belakang(GAP): Penulis berfokus pada bagaimana pengendalian inflasi yang dilakukan terhadap tingkat inflasi yang tinggi dan juga sebagai salah satu daerah yang menjadi penyumbang inflasi tertinggi tahun 2024. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian inflasi dalam upaya stabilitas ekonomi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan di Kota Baubau. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan induktif dengan metode deskriptif melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara terhadap informan yang telah ditentukan melalui teknik purposive sampling, observasi langsung di lapangan, dan dokumentasi berupa data dalam bentuk catatan harian maupun foto, serta dengan menggunakan 4 (empat) tahapan manajemen, yaitu Planning (Perencanaan), Organizing (Pengorganisasian), Actuating (Pelaksanaan), dan Controlling (Pengendalian). Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengendalian inflasi yang dilakukan di Kota Baubau yang dalam pelaksanaannya terdapat beberapa faktor pendukung yang mempengaruhi tingkat efektifitas kegiatan yang meliputi ketersediaan data harga yang akurat, koordinasi yang baik dengan pihak terkait seperti distributor pangan, dan peran aktif Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Namun, terdapat faktor penghambat yang meliputi keterbatasan distribusi barang, kondisi cuaca yang ekstrem, serta rendahnya kesadaran sebagian pedagang dalam menjaga stabilitas harga. Guna mengatasi faktor penghambat tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan melakukan upaya konkret, seperti intensifitas sidak pasar, kerja sama dengan berbagai pihak, dan sosialisasi terhadap pelaku usaha. Kesimpulan: Pengendalian inflasi yang dilakukan telah terlaksana dengan baik sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing bagian melalui pendekatan teoretis, namun masih menghadapi hambatan, serta menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan dan koordinasi lintas sektor dalam mewujudkan stabilitas ekonomi daerah melalui pengendalian inflasi yang terencana dan berkelanjutan. Kata kunci: Inflasi, Stabilitas Ekonomi, Pengendalian, Manajemen, Kota Baubau