=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001192483 =005 20260126090150 =035 ##$$a 0010-0126000928 =245 1#$$a PERAN SERIKAT PETANI KELAPA SAWIT (SPKS) ROKAN HULU DALAM MEWUJUDKAN KELAPA SAWIT BERKELANJUTAN DI KABUPATEN ROKAN HULU PROVINSI RIAU /$c Ceny Agesta =100 #$$a Ceny Agesta =300 ##$$a 19 : $b Ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23383 =700 #$$a Fadhli Zul Fauzi =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh luasnya perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Rokan Hulu namun kondisi kehidupan masyarakat Rokan Hulu masih tinggi dalam tingkat kemiskinan ekstrem. Format baru mengenai tatakelola perkebunan kelapa sawit ditekankan pada aspek keberlanjutan sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat. Terdapat gerakan oleh SPKS yang membidangi perjuangan hak petani swadaya di Rokan Hulu, namun belum teruji mengenai peranannya terhadap penerapan budidaya kelapa sawit berkelanjutan.Tujuan: Guna menjawab dugaan atas adanya peranan dari SPKS Rokan Hulu dalam mewujudkan kelapa sawit berkelanjutan di Kabupaten Rokan Hulu maka perlu dilakukan penelitian. Metode: Menjawab pertanyaan mengenai peranan SPKS Rokan Hulu dianalisis menggunakan teori peran NGOs oleh Lewis & Kanji (2009) yang menekankan pada tiga dimensi, yakni pemberi layanan, katalisator kebijakan, dan kemitraan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang teknik pengambilan datanya melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa SPKS Rokan Hulu berperan mewujudkan kelapa sawit berkelanjutan berdasarkan teori peran NGOs oleh Lewis & Kanji (2009). Dari dimensi pemberi layanan, SPKS memberikan pendampingan pembentukan kelompok tani, pelatihan, sosialisasi, memperjuangkan hak petani, serta mendanai kebutuhan petani selama sertifikasi. Dari dimensi katalisator kebijakan, SPKS menggerakkan FGD multistakholder perkebunan kelapa sawit Rokan Hulu bersama pemerintah, serta mengadakan acara yang bertema percepatan sertifikasi ISPO. Selanjutnya dari dimensi kemitraan, SPKS dalam mempermudah urusan petani sudah mengadakan Mou dengan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dalam percepatan sertifikasi ISPO dan Kementrian ATR/BPN dalam hal pemetaan lahan. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan SPKS telah berperan dalam mewujudkan kelapa sawit berkelanjutan di Kabupaten Rokan Hulu. Saran dari peneliti pemerintah memperdulikan gerakan masyarakat yang ingin menerapkan kelapa sawit berkelanjutan dengan memperbanyak program yang mempermudah aktivitas petani dalam penerapan budidaya kelapa sawit berkelanjutan. Kata Kunci : Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Kelapa Sawit Berkelanjutan, Kabupaten Rokan Hulu.