=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001192522 =005 20260127100056 =035 ##$$a 0010-0126000967 =245 1#$$a KUALITAS SISTEM APLIKASI SEHAT INDONESIAKU (ASIK) UNTUK MENUNJANG INDONESIA SEHAT DI KOTA TERNATE PROVINSI MALUKU UTARA /$c IKHLASUL AKRAM S. ALI =100 #$$a IKHLASUL AKRAM S. ALI =300 ##$$a 16 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23908 =700 #$$a Layla Kurniawati =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =082 ##$$a 362.120 959 854 23 =084 ##$$a 362.120 959 854 23 IKH k =650 #4$$a Layanan Kesehatan Masyarakat =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) merupakan inovasi digital dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk mendukung pencatatan dan pelaporan layanan kesehatan primer, khususnya imunisasi anak. Namun, di Kota Ternate, implementasi ASIK masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kendala teknis, operasional, serta keterbatasan sumber daya manusia, yang menghambat efektivitas penggunaannya dalam mendukung program Indonesia Sehat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas sistem Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) dalam mendukung layanan kesehatan di Kota Ternate, dengan menilai efektivitas sistem berdasarkan pengalaman pengguna dan pemangku kepentingan. Metode: Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan kerangka Information System Success Model dari DeLone dan McLean yang mencakup enam dimensi: kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, penggunaan, kepuasan pengguna, dan manfaat bersih. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap informan dari Dinas Kesehatan, puskesmas, dan masyarakat pengguna aplikasi. Hasil/Temuan: Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) di Kota Ternate menunjukkan kualitas sistem yang baik dengan kemudahan penggunaan, fleksibilitas, keandalan, serta keamanan yang memadai. Informasi yang disajikan lengkap, akurat, relevan, dan real-time, didukung layanan responsif serta integrasi kuat dalam alur kerja tenaga kesehatan. Penggunaan ASIK meningkatkan efisiensi, kepuasan pengguna, kolaborasi antarpetugas, dan komunikasi layanan, meskipun masih diperlukan penguatan SDM, infrastruktur digital, dan kebijakan berkelanjutan untuk optimalisasi lebih lanjut. Kesimpulan: Implementasi Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) di Kota Ternate berhasil mendukung peningkatan kualitas layanan informasi kesehatan primer, meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan teknis dan sumber daya.Optimalisasi pemanfaatan ASIK di Kota Ternate memerlukan dukungan kebijakan yang berkelanjutan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan perbaikan infrastruktur digital guna mendukung transformasi layanan kesehatan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Kata Kunci: Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK), sistem informasi kesehatan, kualitas sistem, Kota Ternate, layanan kesehatan.