=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001192578 =005 20260127121428 =035 ##$$a 0010-0126001023 =245 1#$$a ANALISIS MIGRSI TENAGA KERJA TERAMPIL (BRAIN DRAIN) DI KOTA AMBON PROVINSI MALUKU /$c Huka, Adrianus Louse =100 3#$$a Huka, Adrianus Louse =300 ##$$a 11 : $b Ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20179 =700 3#$$a Hutasoi, Imelda =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =082 ##$$a 331.159 852 22 =084 ##$$a 331.159 852 22 HUK a =650 #4$$a tenaga kerja =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Migrasi tenaga kerja terampil (brain drain) di Kota Ambon merupakan tantangan signifikan bagi pembangunan daerah, namun belum terdapat penelitian komprehensif yang mengkaji faktor pendorong dan dampaknya secara multidimensi dalam konteks sosial-ekonomi khusus Indonesia Timur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pola, determinan, dan dampak migrasi tenaga kerja terampil di Kota Ambon menggunakan kerangka multidimensi yang mengkaji faktor predisposisi, proksimal, presipitasi, dan mediasi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposeful maximal variation sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan 26 informan kunci yang mewakili pejabat pemerintah, tenaga terampil yang bermigrasi, dan pemangku kepentingan pendidikan, dilengkapi dengan metode dokumentasi dan observasi. Hasil/Temuan: Penelitian mengidentifikasi peningkatan migrasi tenaga terampil sebesar 12% per tahun (2019-2023), terutama pada sektor kesehatan (35%), teknologi informasi (25%), pendidikan (20%), dan teknik (15%). Faktor determinan utama meliputi keterbatasan struktural ekonomi (penyerapan sektor formal 45% vs. 62% rata-rata nasional), disparitas upah signifikan (hingga 40-50% untuk tenaga spesialis), terbatasnya jenjang karir, infrastruktur digital tidak memadai (bandwidth 10 Mbps vs. 50-100 Mbps di kota besar), dan kebijakan retensi yang belum efektif. Kesimpulan: Brain drain di Kota Ambon berakar pada faktor struktural, ekonomi, dan institusional yang kompleks, memerlukan intervensi kebijakan komprehensif berfokus pada diversifikasi ekonomi, peningkatan infrastruktur digital, manajemen talenta terarah, dan penguatan kapasitas institusional untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi profesional terampil. Kata kunci: Brain Drain, Migrasi Tenaga Kerja Terampil, Kesenjangan Pembangunan