=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001192592 =005 20260127015116 =035 ##$$a 0010-0126001037 =245 1#$$a KETERWAKILAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT PARTAI ACEH PADA PEMILU 2019 DI KOTA BANDA ACEH /$c Fikri Fathani =100 #$$a Fikri Fathani =300 ##$$a 18 : $b Ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24935 =700 #$$a Andi Azikin =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =082 ##$$a 324.259 811 12 =084 ##$$a 324.259 811 12 FIK k =650 #4$$a Partai Politik =520 ##$$a Permasalahan / Latar Belakang (GAP): Terjadi penurunan keterwakilan anggota DPRD dari Partai Aceh di Kota Banda Aceh pada Pemilu 2019. Penurunan ini menimbulkan pertanyaan tentang penyebabnya, bagaimana pandangan dan tanggapan masyarakat terhadap penurunan tersebut, serta strategi apa yang digunakan Partai Aceh untuk meningkatkan suara dan kursi legislatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengkaji penyebab menurunnya keterwakilan anggota DPRD Partai Aceh di Banda Aceh, mengidentifikasi pandangan dan tanggapan masyarakat, serta menganalisis strategi yang digunakan partai untuk meningkatkan perolehan suara dan kursi di DPRD. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan landasan teori keterwakilan Pitkin (1967), yang meliputi empat dimensi: wakil, yang diwakili, substansi keterwakilan, dan konteks politik. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari Sekretaris Jenderal DPW Partai Aceh Kota Banda Aceh, anggota legislatif dari fraksi Partai Aceh, dan perwakilan komunitas agama, adat, serta pemuda. Hasil / Temuan: Penurunan kursi Partai Aceh di DPRD Kota Banda Aceh dipengaruhi faktor internal dan eksternal. Walau sebagian besar anggota dewan berkualitas, tidak semua calon legislatif memiliki kompetensi setara sehingga hanya sembilan kader terbaik yang terpilih. Rendahnya kinerja legislatif, menurunnya kepercayaan publik, dan lemahnya fungsi legislasi memperparah kondisi. Faktor internal seperti inkonsistensi dan ego sektoral juga signifikan. Internal partai cenderung menganggap penurunan sebagai hal wajar. Dari sisi eksternal, komunitas adat mengkritik kurangnya komitmen partai, sedangkan komunitas pemuda menyalahkan karakter individu anggota partai. Kesimpulan: DPW Partai Aceh mengambil strategi memperkuat pendekatan politik akar rumput, membangun soliditas internal, mengonsolidasikan basis pemilih, merekrut calon legislatif berkualitas, serta rutin melakukan kampanye melalui media sosial dan metode lainnya untuk mengatasi penurunan keterwakilan. Kata kunci: keterwakilan, Partai Aceh, penurunan representasi