=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001192604 =005 20260127084325 =035 ##$$a 0010-0126001049 =245 1#$$a EFEKTIVITAS APLIKASI CEK-IN WARGA UNTUK PENERTIBAN DATA WARGA DAN PEMANFAATANNYA DI KOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR (STUDI PADA DISDUKCAPIL SERTA DISKOMINFO KOTA SURABAYA) /$c Natasya Dinda Septi Andini =100 #$$a Natasya Dinda Septi Andini =300 ##$$a 13 : $b Ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20341 =700 3#$$a Pabisa, Djonny =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =082 ##$$a 006.759 828 61 =084 ##$$a 006.759 828 61 NAT e =650 #4$$a Aplikasi Digital =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan status kependudukan terutama pada status perpindahan penduduk dan tidak sesuai data yang tercatat dengan keadaan sebenarnya. Pencatatan administrasi kependudukan adalah kewajiban dari pemerintah terhadap masyarakat yang termasuk di dalam wilayah pemerintahannya. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya memberikan pembaruan inovasi. Tujuan: untuk meningkatkan penertiban data warga kota Surabaya yang sesuai dengan keadaan sebenarnya berdasarkan survei penduduk secara langsung melalui Kader Surabaya Hebat (KSH). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas aplikasi Cek-in Warga dalam menertibkan data warga. Metode: menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian induktif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti, efektivitas penggunaan aplikasi Cek-in Warga ini belum sepenuhnya efektif, berdasarkan teori Duncan dalam Richard M. Streers (1985:53) yang memiliki tiga indikator yaitu pencapaian tujuan, integrasi dan adaptasi. Hasil/Temuan: temuan yang diperoleh yaitu terdapat banyak warga yang terdaftar di Disdukcapil Kota Surabaya tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Kesimpulan: aplikasi ini belum sepenuhnya efektif karena terdapat dua indikator pencapaian tujuan dan integrasi yang belum sepenuhnya tercapai. Hal ini disebabkan karena masih rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pembaruan data kependudukan karena kurangnya sosialisasi yang dilakukan kepada masyarakat, sehingga masih terdapat Kartu Keluarga yang terblokir. Saran: kepada Disdukcapil untuk meningkatkan edukasi dan sosialisasi secara intensif kepada masyarakat terkait kebutuhan penertiban data warga dan kepada Diskominfo untuk melakukan evaluasi mekanisme survei sehingga dapat mengetahui kendala yang terjadi terhadap penggunaan aplikasi Cek-in Warga. Kata kunci: Efektivitas, Status Kependuduk, Pencatatan Administrasi Kependudukan