=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001192616 =005 20260128085345 =035 ##$$a 0010-0126001061 =245 1#$$a PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT KECAMATAN SUNGGAL PADA PEMILU 2024 (STUDI MENINGKATNYA GOLPUT DI KECAMATAN SUNGGAL) /$c Muhamad Faizal =100 #$$a Muhamad Faizal =300 ##$$a 14 : $b Ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22492 =700 #$$a Toana, Ahmad Averus =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =082 ##$$a 321 598 121 1 =084 ##$$a 321 598 121 1 MUH p =650 #4$$a Pemilu =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Permasalahan yang melatar belakangi peneliti untuk mengambil judul ini ialah bagaimana tingginya angka Golput di Kecamatan Sunggal dalam partisipasi politik pada Pemilu 2024. Tujuan: Untuk menganalisis partisipasi politik masyarakat Kecamatan Sunggal pada Pemilu 2024. Metode: menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni Sumber data primer diperoleh dari wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumentasi. Menggunakan Purposive sampling dalam menentukan informan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi politik masyarakat Kecamatan Sunggal pada Pemilu 2024 masih rendah, Faktor penghambat dalam penelitian ini meliputi rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, sosialisasi yang belum optimal, rendahnya keinginan masyarakat untuk mengubah pola pikir, anggaran yang belum memadai, dan tingginya apatisme masyarakat. Sedangkan faktor pendukungnya adalah adanya program sosialisasi dari KPUD, kolaborasi dengan tokoh masyarakat dan agama, serta keterlibatan langsung pemerintah dalam membangun komunikasi politik dengan masyarakat. Kesimpulan: Partisipasi politik masyarakat Kecamatan Sunggal dalam Pemilu 2024 masih rendah, yang utamanya dipengaruhi oleh rendahnya kepercayaan terhadap pemerintah, lemahnya norma timbal balik, dan kurangnya jaringan sosial yang kuat, Fenomena Golput di wilayah ini bukan semata karena ketidaktahuan, melainkan bentuk kekecewaan dan protes terhadap sistem politik yang dianggap tidak transparan dan tidak responsif terhadap aspirasi rakyat. Sosialisasi politik yang belum optimal, terutama di kalangan masyarakat terpencil dan berpendidikan rendah, serta maraknya praktik KKN, turut memperparah kondisi ini. Namun demikian, terdapat faktor pendukung seperti kolaborasi dengan tokoh masyarakat dan program sosialisasi dari KPUD. Untuk mengatasi hambatan tersebut, pemerintah dan KPUD Deli Serdang telah melakukan berbagai upaya, termasuk peningkatan pelayanan publik, edukasi politik, transparansi kebijakan, serta pembentukan forum komunikasi demi meningkatkan kepercayaan dan partisipasi aktif masyarakat dalam proses demokrasi. Kata Kunci: Partisipasi Politik Masyarakat, Pemilu 2024, Kecamatan Sunggal