=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001192621 =005 20260128090048 =035 ##$$a 0010-0126001066 =245 1#$$a EFEKTIVITAS PELAYANAN TENAGA KERJA MELALUI SISTEM INFORMASI TERPADU KETENAGAKERJAAN PADA DINAS KETENAGAKERJAAN KOTA MEDAN /$c HUTASUHUT, ZAKI FAUZAN =100 #$$a HUTASUHUT, ZAKI FAUZAN =300 ##$$a 16 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21662 =700 #$$a Sururama, Rahmawati =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =082 ##$$a 331.159 812 11 =084 ##$$a 331.159 812 11 HUT e =650 #4$$a Dinas Ketenagakerjaan =520 ##$$a Permasalahan (GAP) Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pengangguran adalah masalah kritis di Indonesia, dan Kota Medan memiliki tingkat pengangguran tertinggi di Sumatera Utara. Meskipun ada upaya untuk mengurangi pengangguran, masih ada ketidakseimbangan antara pencari kerja dan lowongan pekerjaan yang tersedia. Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan memanfaatkan platform Sistem Informasi Terpadu Ketenagakerjaan (SIDUTA) untuk meningkatkan pelayanan tenaga kerja, namun efektivitas sistem ini masih kurang dimanfaatkan karena adanya masalah seperti keterbatasan infrastruktur dan kurangnya sosialisasi kepada publik. Kesenjangan ini menunjukkan perlunya peningkatan efektivitas dan aksesibilitas platform tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelayanan tenaga kerja melalui SIDUTA pada Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan Metode: Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menganalisis efektivitas SIDUTA. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan staf dari Dinas Ketenagakerjaan dan pencari kerja di Kota Medan. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori efektivitas menurut Duncan, yang mencakup pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Hasil/Temuan: Penelitian menemukan bahwa penerapan SIDUTA belum efektif dalam meningkatkan pelayanan tenaga kerja karena keterbatasan sumber daya manusia, infrastruktur yang belum memadai, dan kurangnya kesadaran publik tentang platform tersebut. Meskipun ada upaya seperti kampanye media sosial dan panduan pengguna, platform ini belum mencapai potensinya. Faktor pendukung termasuk komitmen otoritas lokal dan niat pemerintah untuk meningkatkan layanan ketenagakerjaan. Faktor penghambat mencakup keterbatasan literasi digital di kalangan publik dan kurangnya sosialisasi yang menyeluruh. Kesimpulan: Peningkatan efektivitas SIDUTA memerlukan sosialisasi yang lebih baik tentang platform ini, peningkatan infrastruktur, dan keterlibatan publik yang lebih besar dalam prosesnya. Selain itu, integrasi program literasi digital dan penyelesaian masalah infrastruktur sangat penting untuk meningkatkan dampak platform ini terhadap pelayanan tenaga kerja. Kata kunci: Literasi Digital; Pelayanan Tenaga Kerja; Pengangguran; SIDUTA