=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001192629 =005 20260128091905 =035 ##$$a 0010-0126001074 =245 1#$$a EFEKTIVITAS PROGRAM SILETON DALAM PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN AGAM PROVINSI SUMATERA BARAT /$c Alfarizal Ihsan =100 #$$a Alfarizal Ihsan =300 ##$$a 15 : $b Ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21633 =700 #$$a Muh. Ilham =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =082 ##$$a 363.959 813 82 =084 ##$$a 363.959 813 82 ALF e =650 #4$$a Pelayanan Kependudukan =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan yang melatarbelakangi peneliti dalam mengambil judul ini adalah rendahnya efektivitas pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Agam akibat kendala akses geografis dan keterbatasan infrastruktur digital, khususnya di wilayah blankspot. Kondisi ini berdampak pada terbatasnya jangkauan layanan, rendahnya kepemilikan dokumen kependudukan, serta tingginya keluhan masyarakat terhadap kualitas layanan public. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program SILETON dalam pelayanan administrasi kependudukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Agam. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi langsung di lapangan, dan dokumentasi terhadap data-data relevan. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan keterlibatan dan pengetahuan mereka terhadap program SILETON, serta diperluas dengan teknik snowball sampling untuk memperoleh data yang lebih menyeluruh dan mendalam. Hasil/Temuan: Berdasarkan indikator pelaksanaan penertiban, ditemukan bahwa: (1) dari sisi kesesuaian sasaran, program SILETON telah menjangkau masyarakat di tingkat nagari, namun belum sepenuhnya merata di seluruh wilayah akibat keterbatasan SDM dan infrastruktur; (2) dari aspek sosialisasi, penyebaran informasi tentang program belum optimal, terutama di daerah yang sulit dijangkau jaringan internet; (3) dari segi pencapaian tujuan, program telah berhasil meningkatkan efisiensi pelayanan administrasi kependudukan, meskipun belum maksimal karena kendala teknis; dan (4) dari aspek pemantauan, evaluasi program belum dilakukan secara konsisten dan belum menghasilkan tindak lanjut yang cepat terhadap kendala lapangan. Kesimpulan: Pelaksanaan program SILETON dalam pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Agam dinilai cukup efektif, namun belum optimal. Hal ini disebabkan oleh belum meratanya pelaksanaan di seluruh nagari akibat keterbatasan sumber daya manusia, kendala teknis seperti jaringan internet yang tidak stabil, serta belum konsistennya pemantauan dan tindak lanjut program oleh instansi terkait. Saran: Peneliti menyarankan agar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Agam segera melakukan pelatihan intensif bagi operator nagari, memperkuat infrastruktur digital, serta menerapkan sistem monitoring dan evaluasi secara konsisten untuk meningkatkan efektivitas program SILETON secara menyeluruh. Kata kunci: Efektivitas program, pelayanan administrasi, SILETON.