=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001192652 =005 20260128101741 =035 ##$$a 0010-0126001097 =245 1#$$a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PROGRAM YOUTH EDUCATION AND EMPLOYABILITY SEBAGAI UPAYA MENEKAN ANGKA PENGANGGURAN DI KABUPATEN SUMBA BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR /$c Elisha Rambu Nedi =100 #$$a Elisha Rambu Nedi =300 ##$$a 15 =700 #$$a Andi Pitono =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =082 ##$$a 331.137 598 68 =084 ##$$a 331.137 598 68 ELI c =650 #4$$a Unemployment =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah tingkat pengangguran terbuka di Sumba Barat menunjukkan kecendurungan yang memprihatinkan, terutama di kalangan pemuda. Data terbaru dari BPS mencatat bahwa pada tahun 2022, tingkat pengangguran di Sumba Barat mencapai 7,5%, yang lebih tinggi dari rata-rata nasional yang berada di angka 5,86%. Angka ini mencerminkan kesulitan dalam menciptakan lapangan kerja yang memadai untuk memenuhi kebutuhan angkatan kerja yang terus meningkat. Berbagai upaya untuk mengurangi pengangguran telah dilakukan oleh pemerintah, seperti program pelatihan kerja, peningkatan akses pendidikan, serta menciptakan lapangan kerja melalui investasi. Namun, hasilnya seringkali tidak sebanding dengan harapan. Banyak program yang tidak terkoordinasi dengan baik, sehingga efektivitasnya terbatas. Hal ini menyebabkan kurangnya sinergi antara kebutuhan industri dan pendidikan yang diberikan. Tanpa adanya kolaborasi yang efektif antara pemangku kepentingan termasuk pemerintah, sektor swasta, lembaga pendidikan dan masyarakat, program-program tersebut tidak akan mencapai hasil yang maksimal. Tujuan: Mengetahui dan menganalisis bagaimana Collaborative Governance dalam program Youth Education and Employability sebagai upaya menekan angka pengangguran di Kabupaten Sumba Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data terdiri atas wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap 6 informan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukan bawah kolaborasi sudah berjalan cukup baik yang dapat dilihat pada indikator keberhasilannya terdapat 14 indikator yang berhasil yaitu indikator kondisi sumber daya dan kekuasaan pemangku kepentingan yang berbeda, insentif yang dimiliki para pemangku kepentingan untuk berkolaborasi, riwayat konflik antar pemangku kepentingan di masa lalu, partisipasi inklusif, forum diskusi, transparansi proses, manajemen yang cukup terhadap proses kolaborasi, pengelolaan kemampuan melaksanakan kredibilitas teknis, memastikan kolaborasi diberdayakan untuk membuat keputusan yang kredibel dan meyakinkan semua aktor, dialog tatap muka, membangun kepercayaan, komitmen terhadap proses, saling memahami, dan hasil sementara. Adapun satu indikator yang belum berhasil adalah peraturan dasar yang jelas. Peneliti menemukan hal lain yang menyebabkan tingginya angka pengangguran di Kabupaten Sumba Barat yaitu adanya faktor kesenjangan pendidikan dan keterampilan serta tidak sempurnanya pasar tenaga kerja. Kesimpulan: Proses kolaborasi telah menunjukkan hasil yang cukup baik meskipun masih memerlukan perbaikan dan peningkatan lebih lanjut dalam empat dimensi kolaborasi Kata Kunci: Collaborative governance, Youth Education and Employability, Pengangguran, lokal =856 ##$$a -