=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001192716 =005 20260128010316 =035 ##$$a 0010-0126001161 =245 1#$$a PENINGKATAN DISIPLIN PNS MELALUI ABSENSI SISTEM KEHADIRAN (SIDAN) DI BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA (BKPSDM) KOTA PALANGKA RAYA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH /$c Devid Devid =100 #$$a Devid Devid =300 ##$$a 21 : $b Ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21076 =700 #$$a Haryanto =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =082 ##$$a 352.609 598 344 1 =084 ##$$a 352.609 598 344 1 DEV p352.609 598 344 1 =650 #4$$a Manajemen Personalia/Sumber Daya Manusia Administrasi Negara =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penerapan absensi Sistem Kehadiran (SIDAN), di BKPSDM Kota Palangka masih ditemukan permasalahan terkait disiplin. Tujuan: menganalisis sejauh mana disiplin PNS meningkat setelah penerapan SIDAN. Metode: yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil: menunjukkan bahwa SIDAN cukup baik dalam meningkatkan disiplin pegawai, yang dianalisis berdasarkan dimensi disiplin menurut Afandi, yaitu ketaatan waktu dan tanggung jawab serta indikatornya yaitu masuk kerja tepat waktu, penggunaan waktu secara efektif dan tidak pernah mangkir, mematuhi semua aturan, target pekerjaan dan membuat laporan kerja. Meskipun demikian, terdapat hambatan seperti gangguan teknis, kurangnya kesadaran, serta kurangnya pemahaman pegawai terhadap sistem. Kesimpulan: upaya yang dilakukan antara lain peningkatan infrastruktur, integrasi dengan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), pelatihan, pengawasan rutin, serta pemberian penghargaan bagi pegawai disiplin. Faktor pendorong peningkatan disiplin meliputi sistem pemantauan real-time, evaluasi berkala, dan budaya kerja yang baik. Kata kunci : Peningkatan, Disiplin, SIDAN