=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001192756 =005 20260128103428 =035 ##$$a 0010-0126001201 =245 1#$$a EFEKTIVITAS ABSENSI MANUAL TERHADAP DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL /$c Kogoya, Edoardus Junior Dodimen.A =100 #$$a Kogoya, Edoardus Junior Dodimen.A =300 ##$$a 16 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/24942 =700 #$$a Riko Wijaya =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),$c 2025 =082 ##$$a 658.302 095 988 1 =084 ##$$a 658.302 095 988 1 KOG e =650 #4$$a Pengawasan Manajemen Personalia =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan faktor penting dalam mendukung kinerja organisasi pemerintahan. Di Sekretariat Daerah Provinsi Papua Pegunungan, sistem absensi manual masih menjadi metode utama pencatatan kehadiran, meskipun metode ini rentan dimanipulasi, kurang transparan, dan sulit dikontrol. Ketiadaan sistem absensi digital serta lemahnya pengawasan menyebabkan rendahnya efektivitas absensi manual dalam menumbuhkan disiplin kerja. Hal ini menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan profesionalisme ASN, khususnya di daerah otonomi baru yang masih terbatas infrastruktur dan sistem manajemennya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas absensi manual terhadap disiplin PNS di Sekretariat Daerah Provinsi Papua Pegunungan. Metode: Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem absensi manual belum berjalan efektif dalam meningkatkan disiplin PNS yang dibuktikan dengan 3 dimensi yang digunakan belum ada yang menunjukkan hasil yang optimal. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengawasan dari atasan, tidak konsistennya sanksi terhadap pelanggaran absensi, serta masih adanya praktik manipulasi data kehadiran. Selain itu, keterbatasan anggaran dan belum tersedianya sistem absensi digital juga memperkuat kelemahan implementasi absensi manual. Kesimpulan: Efektivitas absensi manual di Sekretariat Daerah Provinsi Papua Pegunungan tergolong rendah dan belum mampu menjadi instrumen penguat kedisiplinan pegawai. Oleh karena itu, dibutuhkan perbaikan tata kelola absensi melalui peningkatan pengawasan, penerapan sanksi secara tegas dan adil, serta perencanaan bertahap menuju digitalisasi sistem kehadiran guna mendukung peningkatan disiplin dan kinerja ASN Kata Kunci: Efektivitas, Absensi Manual, Disiplin, Pegawai Negeri Sipil