=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001192766 =005 20260128112704 =035 ##$$a 0010-0126001211 =245 1#$$a PENGEMBANGAN SUMBER DAYAAPARATUR DI BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN BOMBANA /$c Muhammad Dion Amirudin =100 #$$a Muhammad Dion Amirudin =300 ##$$a 16 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/25035 =700 #$$a . Azharisman Rozie =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),$c 2025 =082 ##$$a 658.309 598 483 3 =084 ##$$a 658.309 598 483 3 MUH p =650 #4$$a Manajemen Sumber Daya Manusia =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Peran krusial Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pelayanan publik menuntut adanya pengembangan yang berkelanjutan, namun tantangan seperti kesenjangan kompetensi dan tuntutan transformasi digital seringkali menghambat implementasi optimal, khususnya di tingkat pemerintah daerah. Meskipun pentingnya manajemen sumber daya manusia strategis telah diakui, masih terdapat kesenjangan signifikan dalam memahami dinamika spesifik, tantangan, dan faktor keberhasilan pengembangan sumber daya aparatur dalam konteks kelembagaan yang unik seperti Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bombana. Ini mencakup isuisu terkait keterbatasan kompetensi sumber daya manusia dan belum sepenuhnya terintegrasinya sistem administrasi digital. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan sumber daya aparatur di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bombana. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini secara hipotetis menunjukkan bahwa implementasi pengembangan sumber daya aparatur di BKPSDM Kabupaten Bombana sedang berjalan namun menghadapi beberapa tantangan. Temuan kunci mengindikasikan bahwa meskipun berbagai program pelatihan telah dilaksanakan, masih terdapat kesenjangan kompetensi, khususnya dalam literasi digital dan keterampilan manajerial. Sarana dan prasarana pendukung pengembangan belum optimal, dan integrasi sistem administrasi digital masih dalam tahap pengembangan. Faktor penghambat meliputi alokasi anggaran yang terbatas, kurangnya tindak lanjut yang konsisten pasca-pelatihan, serta kadang-kadang, struktur organisasi yang kurang fleksibel. Sebaliknya, komitmen kepemimpinan yang kuat dan adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas diidentifikasi sebagai faktor pendukung. Kesimpulan: Pengembangan sumber daya aparatur di BKPSDM Kabupaten Bombana pada umumnya telah diinisiasi namun memerlukan optimasi lebih lanjut untuk mengatasi kesenjangan kompetensi yang ada dan memanfaatkan sepenuhnya transformasi digital. Efektivitas upaya pengembangan dapat ditingkatkan melalui program pelatihan yang lebih terarah untuk keterampilan digital dan manajerial, peningkatan infrastruktur digital, jalur pengembangan karir yang lebih jelas, serta koordinasi internal yang lebih kuat. Evaluasi berkelanjutan dan strategi adaptif sangat penting untuk menjamin profesionalisme dan kinerja ASN yang optimal dalam pelayanan publik. Kata Kunci: Pengembangan Sumber Daya Aparatur, BKPSDM, Kompetensi