=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001192775 =005 20260129083521 =035 ##$$a 0010-0126001220 =245 1#$$a IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGANAN STUNTING DI KECAMATAN SAMARINDA SEBERANG KOTA SAMARINDA /$c Rafi Ghiefari Pradana Putra =100 #$$a Rafi Ghiefari Pradana Putra =300 ##$$a 13 : $b Ilus =700 #$$a Jammarudin =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =082 ##$$a 363.859 838 31 =084 ##$$a 363.859 838 31 RAF i =650 #4$$a stunting =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Masih tingginya angka stunting di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur terutama di wilayah Kecamatan Samarinda Seberang, Menjadikan Penanganan stunting di wilayah ini sangat dibutuhkan karena dampaknya terhadap tumbuh kembang anak dan masa depan mereka. Hal ini semakin penting mengingat Kalimantan Timur akan menjadi lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN), yang membutuhkan SDM unggul. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Kebijakan Penanganan Stunting di Kecamatan Samarinda Seberang Kota Samarinda. Metode: Penelitian ini dilaksanakan dengan mengunakan Metode kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori implementasi menurut Edward III. Adapun teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara serta melakukan triangulasi data untuk memperoleh kesamaan tujuan. Informan yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 13 orang dengan sumber data dari data primer dan data skunder. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian, dan penarikan Kesimpulan serta pelaksanaan verifikasi data temuan. Hasil/Temuan: Hasil temuan dilapakan dianalisis pada dimensi teori Implementasi oleh Edward III menunjukkan hasil, pada dimensi Sumber daya sudah dikelola dengan baik dengan adanya pemanfaatan sumber daya manusia dan teknologi, pada dimensi disposisi sudah dilaksanakan dengan baik oleh stakeholder terkait yang bersifat berjenjang, pada dimensi struktur birokrasi sudah jelas adanya struktur tim percepatan penurunan stunting yang jelas, pada dimensi komunikasi masih belum dilakukan dengan optimal hal ini dikarenakan oleh minimnya partisipasi Masyarakat dalam kegiatan sosialisasi percepatan penurunan stunting Kesimpulan: Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa implementasi penanganan stunting di kecamatan Samarinda Seberang sudah dilakukan dengan optimal. Namun pada proses komunikasi terjadi kendala karena kurangnya kesadaran Masyarakat untuk bisa saling bekerja sama. Keberhasilan ini ditunjukkan dengan turunya prevalensi stunting secara umum di Kota Samarinda yaitu 17,2% di tahun 2024 dibanding tahun 2023 yang mencapai 24,4%. Kata Kunci: Stunting, Implementasi, Prevalensi, Edward III. =856 ##$$a -