=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001192841 =005 20260129112121 =035 ##$$a 0010-0126001286 =245 1#$$a IMPLEMENTASI PROGRAM HOME CARE DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KOTA BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN /$c Ginting, Hanun Nuur Azmi =100 3#$$a Ginting, Hanun Nuur Azmi =300 ##$$a 14 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24803 =700 #$$a Andi Pitono =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =082 ##$$a 362.125 983 613 =084 ##$$a 362.125 983 613 HAN i =650 #4$$a Layanan Kesehatan Masyarakat =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Program Home Care Dinas Sosial merupakan program unggulan inisiatif Pemerintah Kota Banjarbaru yang ditujukan bagi lanjut usia terlantar dan penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan dasar. Namun dalam pelaksanaanya, Program Home Care belum sepenuhnya mampu menjangkau seluruh kelompok masyarakat rentan yang membutuhkan bantuan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Home Care dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Home Care dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitiatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Model implementasi kebijakan yang digunakan sebagai landasan analisis adalah model Van Meter dan Van Horn. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukan bahwa Program ini dinilai bermanfaat dalam menjangkau masyarakat miskin dari kalangan lansia dan penyandang disabilitas yang tidak mampu secara fisik dan ekonomi untuk mengakses pelayanan publik, serta mampu memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kesejahteraan sosial. Kesimpulan: Implementasi Program Home Care oleh Dinas Sosial Kota Banjarbaru telah berjalan secara optimal dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, beberapa aspek dalam Program Home Care masih memerlukan penambahan, peningkatan, dan pembaharuan guna mencapai pelaksanaan program yang lebih efektif. Saran yang dapat diberikan antara lain penambahan alokasi anggaran pelaksanaan Program Home Care dan Optimalisasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang Kompeten. Kata kunci: Implementasi Program, Masyarakat Rentan, Kesejahteraan, Program Home Care