=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001192853 =005 20260129115651 =035 ##$$a 0010-0126001298 =245 1#$$a EFEKTIVITAS PENYUSUNAN ANGGARAN MELALUI SISTEM ELECTRONIC BUDGETING PADA PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA /$c Assyifa Shaumi Widyasa =100 #$$a Assyifa Shaumi Widyasa =300 ##$$a 15 : $b Ilus =700 #$$a Dadang Suwanda =260 ##$$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =082 ##$$a 336.013 598 22 =084 ##$$a 336.013 598 22 ASS e =650 #4$$a keuangan daerah =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penyusunan anggaran merupakan salah satu aspek krusial dalam pengelolaan keuangan daerah yang menuntut ketepatan, efisiensi, serta akuntabilitas. Di era digital, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengimplementasikan sistem Electronic Budgeting sebagai bentuk inovasi untuk mendukung prinsip-prinsip tata kelola yang baik. Namun dalam praktiknya, masih ditemukan sejumlah permasalahan seperti ketidaksesuaian antara perencanaan dan realisasi anggaran, keterlambatan input data, serta munculnya alokasi anggaran yang dinilai tidak rasional. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana efektivitas sistem tersebut mampu menjawab tantangan dalam proses penyusunan anggaran yang kompleks dan dinamis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan efektivitas penyusunan anggaran melalui sistem Electronic Budgeting pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari pihak-pihak terkait dalam penyusunan anggaran, dan data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem Electronic Budgeting telah memberikan dampak positif dalam hal efisiensi sumber daya, peningkatan kesesuaian antara perencanaan dan realisasi anggaran, serta keberlanjutan sistem melalui inovasi teknologi. Seluruh proses penyusunan anggaran dilakukan secara sistematis sesuai prosedur. Namun, beberapa hambatan masih ditemukan, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, sarana prasarana yang belum optimal, perubahan kebijakan yang mendadak, lemahnya koordinasi antarinstansi, serta minimnya partisipasi publik. Kesimpulan: Sistem Electronic Budgeting pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung penyusunan anggaran yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel. Meskipun demikian, efektivitas penuh belum tercapai karena masih adanya beberapa kendala yang harus diatasi melalui peningkatan kapasitas SDM, infrastruktur pendukung, dan kolaborasi lintas sektor. Kata Kunci: Efektivitas, Penyusunan Anggaran, Electronic Budgeting =856 ##$$a -