=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193051 =005 20260203024424 =035 ##$$a 0010-0226000135 =245 1#$$a IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI WILAYAH KOTA BANJARBARU /$c Rizky Maulana Yusuf =100 #$$a Rizky Maulana Yusuf =300 ##$$a 14 : $b illus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17228 =700 #$$a Cut Laila Karmila =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 =082 ##$$a 363.370 959 836 13 =084 ##$$a 363.370 959 836 13 RIZ i =650 #4$$a Pencegahan Bahaya Kebakaran =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang(GAP): Kebakaran hutan dan lahan adalah isu lingkungan yang sering terjadi dan dianggap suatu permasalahan yang perlu mendapat perhatian khusus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan implementasi kebijakan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kota Banjarbaru, dan untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat serta upaya untuk mengoptimalkan implementasi kebijakan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kota Banjarbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitiatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh peneliti dalam penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kota Banjarbaru belum optimal dengan adanya temuan kendala dalam pelaksanaan kebijakan yaitu keterbatasan staf baik 2 secara jumlah maupun kompetensi, kurangnya fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan, tidak adanya dana insentif yang diberikan kepada para petugas. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kota Banjarbaru belum berjalan secara optimal,beberapa kendala yang menghambat pelaksanaan kebijakan ini perlu segera mendapat tindak lanjut dan perlu dimaksimalkan dalam pelaksanaanya sehingga tujuan dari kebijakan dapat terlaksana secara optimal.