=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193133 =005 20260204123156 =035 ##$$a 0010-0226000217 =245 1#$$a SINERGITAS SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN BEA CUKAI DALAM PEMBERANTASAN PEREDARAN ROKOK ILEGAL DI KOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT /$c JUNIASTI SANISTYA PUTRI, NI PUTU =100 #$$a JUNIASTI SANISTYA PUTRI, NI PUTU =250 ##$$a - =300 ##$$a 11 hlm : $b - ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19054 =700 #$$a Deti Mulyati =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 362.296 598 651 1 =084 ##$$a 362.296 598 651 1 JUN s =020 ##$$a - =650 #4$$a Permasalahan Rokok Ilegal =520 ##$$a Peredaran rokok ilegal di Kota Mataram menjadi perhatian bagi Pemerintah Daerah Kota Mataram. Banyaknya rokok ilegal yang beredar menimbulkan dampak yang buruk bagi pendapatan negara dan juga bagi masyarakat. Hal ini kemudian menjadi alasan pemerintah daerah Kota Mataram untuk melakukan pemberantasan terhadap peredaran rokok ilegal di Kota Mataram. Pemerintah Kota Mataram melakukan upaya untuk memberantas peredaran tersebut, yaitu dengan membangun sinergitas antara Satuan Polisi Pamong Praja dan Bea Cukai. Tujuan : Oleh karena itu, peneliti tertarik dalam menyusun skripsi ini dengan tujuan untuk mengetahui sinergitas antara Satuan Polisi Pamong Praja dan Bea Cukai dalam melakukan pemberantasan terhadap peredaran rokok ilegal di Kota Mataram dengan menggunakan teori sinergitas oleh Najiyati. Metode : Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah data primer dan data sekunder baik dari pejabat Satuan Polisi Pamong Praja dan Bea Cukai, pelaku usaha dan masyarakat, serta dokumen. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan Teknik analisis data yaitu dimulai dari pengumpulan data, reduksi data lalu penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa Sinergitas Satuan Polisi Pamong Praja dan Bea Cukai dalam melakukan pemberantasan terhadap peredaran rokok ilegal yang masih belum berjalan dengan maskimal. Terdapat beberapa faktor yang menjadi kendala dalam melakukan pemberantasan terhadap peredaran rokok ilegal di Kota Mataram. Operasi pemberantasan peredaran rokok ilegal kedepannya perlu diperhatikan dari segala aspek. Kesimpulan : Sinergitas Satpol PP dan Bea Cukai masih belum optimal karena masih adanya kendala dan permasalahan yang menjadi penghambat dalam melaksanakan operasi pemberantasan, upaya yang