=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193202 =005 20260204021700 =035 ##$$a 0010-0226000286 =245 1#$$a EFEKTIVITAS PENERAPAN SISTEM KEARSIPAN ELEKTRONIK DI DINAS ARSIP DAN PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN BULELENG PROVINSI BALI /$c MADE SUADNYANA, PANDE =100 #$$a MADE SUADNYANA, PANDE =250 ##$$a - =300 ##$$a 25 : $b ilust ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19316 =700 #$$a - =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 025.045 986 212 =084 ##$$a 025.045 986 212 MAD e =020 ##$$a - =650 #4$$a Sistem kearsipan elektronik =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Alih media dari arsip berbentuk kertas menjadi arsip elektronik memungkinkan akses yang cepat dan mudah terhadap informasi, meningkatkan efisiensi dan produktivitas petugas serta mengurangi biaya penyimpanan fisik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan efektivitas penerapan sistem kearsipan elektronik di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pegawai Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Buleleng, petugas arsip, dan pegawai dari instansi lain, observasi langsung terhadap mekanisme pengelolaan sistem kerasipan eletronik, dan analisis dokumen terkait implementasi sistem kearsipan elektronik. Analisis data melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pengelolaan Kearsipan di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Kabupaten Buleleng dengan menggunakan sistem kearsipan secara elektronik sudah berjalan dengan baik. Namun, terdapat beberapa kendala yang menghambat proses implementasinya, yaitu masih rendahnya kapabilitas IT arsiparis, DAPD Kabupaten Buleleng masih bergantung pada bantuan dari Dinas Kominfo Kabupaten Buleleng dalam hal pengelolaan server dan jaringan. Oleh karena itu, diperlukan pembenahan terhadap aspek Sumber Daya Manusia dan tingkat efisiensi kerja terutama pada pemberian pelatihan menyangkut tata laksana kearsipan elektonik secara berkelanjutan. Serta ada faktor pendukung dilakukannya pengarsipan secara elektronik yaitu membantu para arsiparis dalam mengelola arsip serta arsip yang disimpan lebih terjamin keamanannya. Kesimpulan: DAPD Kabupaten buleleng melakukan upaya meningkatkan penerapan sistem kearsipan secara elektronik melalui diklat IT untuk pegawai serta berkolaborasi dengan Dinas Kominfo Kabupaten Buleleng dalam mengelola servernya.