=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193205 =005 20260204022318 =035 ##$$a 0010-0226000289 =245 1#$$a EFEKTIVITAS SI CAKAR SAKTI GUNA MENINGKATKAN PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI KABUPATEN BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT : $b - /$c Muhammad Fazrul Panji Kelana =100 #$$a Muhammad Fazrul Panji Kelana =250 ##$$a - =300 ##$$a 12 hlm : $b - ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18238 =700 #$$a Joko Moersito =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 352.150 959 824 31 =084 ##$$a 352.150 959 824 31 MUH e =020 ##$$a - =650 #4$$a Administrasi Pemerintahan Daerah =520 ##$$a Permasalahan : Kurang nya peran dari para petugas pelayanan yang ada di desa menjadi salah satu hambatan proses administrasi kependudukan terhambat karena wilayah Kabupaten Bandung yang luas dan terisolasi masih bergantung kepada pelayanan administrasi yang ada di pusat, tidak jarang Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung melakukan pelayanan yang langsung turun ke masyarakat untuk meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung membuat sebuah inovasi. Inovasi tersebut bernama SI CAKAR SAKTI yaitu akronim dari (sistem cetak kk dan akta di rumah sakit). Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengenalisa apakah pelayanan terintegrasi antara Rumah Sakit dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung efektif, kendala apa saja dalam pelaksanaan dan Solusi untuk mengatasi masalah pelayanan SI CAKAR SAKTI. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dalam pengumpulan data peneliti menggunakan Teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah teori Efektivitas menurut R.Steers dalam Sutrisno(2018) dengan dimensi Produksi, Kepuasan,Efesiensi, Adaptasi, dan Perkembangan. Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa pelayanan terintegrasi antara Rumah Sakit dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil telah berjalan Efektif, namun ada suatu masalah dalam sarana dan prasarana yang ada, serta dimensi kepuasan belum dapat terpenuhi karena untuk mengtasi masalah tersebut pelayan operator menggunakan uang pribadi untuk mengatasi hal tersebut. Kesimpulan : Dalam pelaksanaan pelayanan terintegrasi antara Rumah Sakit Daerah Umum Soreang dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung telah berjalan efektif, pelayanan tersebut dapat di terapkan dan menjadi bahan referensi untuk Rumah Sakit lainnya yang ada di wilayah Kabupaten Bandung, masalah yang ada telah mendapat perhatian untuk dapat diatasi, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Bandung.