=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193212 =005 20260204024645 =035 ##$$a 0010-0226000296 =245 1#$$a ECO GREEN TOURISM SEBAGAI INOVASI PELAYANAN PARIWISATA TELAGA SARANGAN DI KABUPATEN MAGETAN PROVINSI JAWA TIMUR /$c Satria Amanda Aldi Pangestu =100 #$$a Satria Amanda Aldi Pangestu =250 ##$$a - =300 ##$$a 15 : $b ilust ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19377 =700 #$$a Satria Amanda Aldi Pangestu =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 =082 ##$$a 353.759 833 3 =084 ##$$a 353.759 833 3 SAT e =020 ##$$a - =650 #4$$a Pelayanan Pariwisata =520 ##$$a Permasalahan (GAP) : Pariwisata merupakan sektor yang sangat menguntungkan dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai salah satu aset yang digunakan sebagai sumber yang menghasilkan pendapatan bagi Bangsa dan Negara. Penerapan inovasi dalam pengembangan objek wisata menjadi salah satu fokus pemerintah daerah saat ini. Hal ini juga dilakukan oleh pemerintah kabapaten magetan yang menerapkan inovasi Eco Green pada pengembangan pariwisata Telaga Sarangan. Namun dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa kendala yang harus diatasi. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk melihat dan menganalisa inovasi Eco Green sebagai Pelayanan Pariwisata Telaga Sarangan di Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur juga menganalisa faktor pendukung dan faktor penghambat serta upaya mengatasinya. Metode : Metode penelitiannya adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, sedangkat Teknik pengumpulan data melalui studi Pustaka dan studi lapangan berupa studi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitiannya dianalisis dengan Teknik pengumpulan data, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan : Hasil penelitian menunjukkan dalam upaya meningkatkan layanan pariwisata di Telaga Sarangan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan mengusung inovasi dengan memanfaatkan secara bertahappotensi yang ada melalui konsep Eco Green Tourism. Dalam pelaksanaannya terdapat tantangan yang meliputi kurangnya komunikasi antara pemerintah dan masyarakat local dan adanya rasa kedaerahan yang masih tinggi di tengah masyarakat. Untuk itu masih diperlukan manajemen destinasi wisata yang terfokus terutama dalam penataan infrastruktur yang terorganisir dengan baik di sekitar area wisata, dengan mengidentifikasi serta mengembangkan sumber daya manusia dengan melakukan pelatihan tentang destinasi wisata yang sesuai potensi lokal dan strategi pemasaran. Kesimpulan : Dengan adanya penerapan Eco Green sebagai inovasi dalam pengembangan pelayanan pariwisata Telaga Sarangan berjalan dengan efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Namun meskipun begitu pemerintah daerah harus terus berusaha untuk memperkecil efek dari hambatan yang terjadi dengan upaya yang dilakukan.